Home / Apa Kata Mereka / Realokasi Pedagang Kemayoan Harus Belajar Konsep Iconic Pasar Tasik Cideng

Realokasi Pedagang Kemayoan Harus Belajar Konsep Iconic Pasar Tasik Cideng

Jakarta, sketsindonews – Relaoksi pedagang Kemayoran yang terkosentrasi di 4 (empat)  titik diantaraanya Masjid Akbar, Apartemen Puri, depan Polsek Kemayoran dan pedagang H. Jiung recananya akan di realokasi Blok B2 milik lahan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) Sekretariat Negara.

Lahan seluas 1 Ha lebih akan menampung sekitar 1000 pedagang, konon katanya akan dikelola oleh salah satu ormas dalam pengelolaan, dimana lahan tersebut harus di sewa sesuai peruntukan milik asset PPKK.

Menurut sumber warga Kemayoran Budi Riyanto (36) mengatakan, realokasi ini tidak akan berhasil jika tidak di lakukan sosialisasi pedagang yang terdiiri berbagai komunitas yang ada, karena memindahkan tanpa pengelolaan dari sebuah lembaga resmi tak akan berhasil dalam tata kelola, pungkasnya.(30/11)

Kalo hanya kepentingan individu maka keniscayaan saja, apalagi bicara tata kelola konsepnya  harus bersumber dari pemberdayaan lokal masyarakat seharusnya semua pihak dapat di libatkan dalam merencanakan sebuah bentuk pasar iconic.

Jangan realokasi tidak menuntaskan persoalan justru malah menjadi persoalan baru, pada akhirnya PKL masih saja tidak terkosentrasi di Blok B2 apa yang sudah di fasilitasi pemerintah Kecamatan Kemayoran dan PPKK selaku pemilik lahan, papar Budi.

Belajar Pasar Tasik Cideng

Sementara H, Heru Nuryaman tokoh Tokoh Tanah Abang sekaligus pengelola pasar tasik Cideng mengatakan, tidak semudah apa yang menjadi sebuah rencana jika konsep nya hanya kepentingan bagi golongan, ujarnya,

Awalnya kami membangun pasar Tasik Busana Muslim di Tanah abang ibaratnya duit nemu untuk kami konsep sebagi fungsi pemberdayaan lokal bagi seluruh warga dan keprentingan pedagang,

Setidaknya kalo membentuk pasar itu semua harus di kordinasikan bagi kepentingan yang terlibat baik koordinasi dari mulai RT, RW, babinsa, binmaspol, lurah, camat, polsek bahkan institusi harus kita jalankan dalam membangun lokalitas sekalipun warga harus kita ayomi, papar Heru.

Konsep dan managemen harus benar bagi kontribusi wilayah dan warga lokalitas pada khususnya, kami semua menjalankan hal ini melibatkan warga lokal dari sumber yang ada untuk menjadikan nilai.

Kami semua layani dari mulai orang sakit, meninggal dunia, hingga anak yatim kita lakukan kontribusi bahwa semua untuk kita berikan dari pemberdayaan pasar yang kami bentuk.

Tapi kalo niatnya sudah instan dan merugikan pedagang serta pemberdayaan lokal tidak dilibatkanm maka jangan harap pasar realokasi yang menjadi peluang akan sia – sia, apalagi tidak melibatkan masyarakat wilayah, tambah Heru.

reporter : inong

,

Check Also

Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan, Milasari Siap Tingkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Jateng, sketsindonews – Caleg DPR RI No. Urut 1 Dapil 6 Jateng dari Partai Berkarya …

Watch Dragon ball super