Home / Artikel / Rekayasa Tutup Jalan Bukan Solusi Atasi Serbuan PKL Tanah Abang

Rekayasa Tutup Jalan Bukan Solusi Atasi Serbuan PKL Tanah Abang

Jakarta, sketsindonews – Sejumlah tokoh Tanah Abang mendatangi Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dimana mereka berkeinginan memberikan solusi bagaimana mengatasi pedagang PKL, dimana terkait rumor itu pedagang akan menguasai badan jalan dan trotoar yang sudah dibangun Pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya pihak pemerintah Kota Jakarta Pusat sudah melakukan rapat menata kawasan Tanah Abang dalam dalam upaya menjalankan fungsi perda Tibum serta solusi bagi kawasan yang selama ini tidak pernah tuntas, salah satunya wacana penutupan jalur dengan satu akses Jalan Jati Bunder Raya untuk buka tutup dalam mengatasi macet.

Sementara jalan itu buat para PKL, ujar warga Tanah Abang kepada sketsindonews. com. Hal ini membuat warga merasa aneh, padahal akses jalan itu buat publik selain trotoar (pendestrian) untuk di fungsikan sebagaimana mestinya dalam upaya memberikan ruang waktu bagi para pejalan kaki, ujarnya.

Artinya, program Bulan Tertib Trotoar (BTT) yang selama ini dilakukan pemko Jakarta Pusat buat apa kalo pada akhirnya trotoar dan jalan akses publik dipakai para PKL. Ini kan sama saja mubazir apa yang sudah dilakukan pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan warga secara umum, pungkas Jamal.

“Ini mengingatkan kita kembali adanya “Sogo Jongkok”, dimana kawasan Tanah Abang nantinya akan dipenuhi oleh para PKL di bandar jalan seperti tempo dulu”.(8/11)

Tanah Abang itu tak bisa dengan mengambil solusi rekayasa jalan oleh pihak Dishub DKI, bisa dibayangkan bila jalan Jati Bunder buat PKL serta trotoar buat parkir.

Sementara arus jalan diarahkan fly over (hotel pharmin) menuju Slipi yang kita bisa lihat macetnya seperti apa hingga akan menimbulkan problem baru Tanah Abang akan menjadi lebih semrawut  Tanah Abang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, menyebutkan bahwa untuk mengatasi masalah PKL di Pasar Tanah Abang, pihaknya akan melakukan penataan dengan cara kemitraan.

Pihaknya terang Sandiaga akan mengajak banyak pihak untuk mencari solusi bersama mengatasi masalah PKL tersebut.

Seperti diketahui, para pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang dikabarkan kembali akan menguasai berjualan di trotoar.

“Ini sih bukan baru. Ini memang kejadian dan ada sebuah proses yang kurang tuntas dalam penataannya. Bukan menyalahkan pemerintahan yang dulu maupun para aparat. Karena memang dilihat yang bisa menata PKL-PKL itu adalah sebuah proses yang kita sebut kemitraan,” kata Sandiaga beberala waktu yang lalu.

Sandiaga beralaskan, penyelesaian masalah dengan membangun kemitraan terlebih dahulu karena permasalahan PKL justru mereka sendiri yang mengetahui masalahnya.

Bahkan, untuk menata kawasan Tanah Abang, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengikutsertakan para preman dalam membahas konsep penataan kawasan tersebut.

Sandi memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terkait turut dilibatkan dalam pembahasan. Menurut dia, konsep penataan yang akan dilakukan akan berasal dari mereka.

Namun, dia belum mau menjelaskan seperti apa konsep penataan tersebut, kata Sandi.

Dipihak lain Wakasatpol Provinsi DKI Jakarta Hidayatullah saat ditanya persoalan penataan kawasan PKL Tanah Abang sedikit berucap, ini masih kajian Wagub Sandiaga Uno.

Persoalan rekayasa jalan itu kan domainnnya Dishub DKI dalam mengatasi macet, dan anehlah kalo jalan buat PKL sementara pihak kami sebagai petugas penegakan perda agar kawasan Tanah Abang tertib dan indah dengan dibangunnya trotoar bagi kenyamanan publik, ujar Hidayatullah.

“Kami hanya menunggu kebijakan hasil kajian dari Wagub saja, janganlah wilayah yang sudah baik dijaga oleh Pemprov DKI menjadi tidak kondusif yang selama ini sudah di lakukan para satuan Satpol PP DKI Jakarta dalam memberikan pengawasan dan penjagaan trotoar hingga mengurai arus macet, tutupnya. (**)

 

 

 

 

 

Check Also

Hidup Menjadi Anak-anak Terang

Efesus 5:1-10

Renungan, sketsindonews – Didalam bagian pertama surat Efesus adalah merupakan salam, berkat dan doa (1:1-23) dan bagian kedua (2:1-6:24) berisikan ajaran-ajaran umum tentang iman Kristen dan petunjuk-petunjuk bagaimana para pengikut Kristus harus hidup sebagai umat Allah.

Khususnya dalam Efesus 5 : 1-10 membicarakan tentang Hidup sebagai Tubuh Kristus, kehidupan anak-anak terang. Perjumpaan dengan Tuhan telah mengubah kehidupan anak-anak kegelapan menjadi anak-anak terang.

Ini adalah pembaharuan hidup dari dikuasai oleh kegelapan dosa menjadi dikuasai oleh terang kasih Tuhan.

Alkitab menegaskan: “…siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

Sebagai ciptaan baru berarti kita telah menanggalkan manusia lama kita dan hidup mengenakan manusia baru. Mengapa? Sebab Tuhan sudah memindahkan kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (baca 1 Petrus 2:9).

Hidup dalam terang tidak ada ketakutan, tidak ada kebinasaan. Seperti ikan akan bahagia dan tetap hidup jika tetap dalam air.

Tetapi sebaliknya dengan hidup dalam kegelapan, bisa jadi ada orang yang telah terbuai oleh kejahatan menikmatinya bahkan telah menjadi candu dalam kehidupannya.

Tetapi sebagai anak-anak terang jangan sampai tertidur dalam buaian perbuatan-perbuatan kegelapan, bangunlah dan masuklah dalam kehidupan yang diliputi oleh cahaya terang Kristus.

Sebagai anak-anak terang kita harus mampu menembus dan mengalahkan kegelapan dunia ini yaitu melalui keteladanan hidup kita, sebab keteladanan itu jauh lebih dahsyat dari kekuatan perkataan.

Kekristenan adalah sesuatu yang bisa dilihat, bukan hanya di dalam gedung gereja dengan segala kegiatan yang berbau pelayanan, tetapi harus bisa dilihat oleh dunia, baik melalui perkataan dan perbuatan, sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. amen

(HKBP Ujung Menteng)

Terkait

Watch Dragon ball super