Home / Berita / Sambut HARDIKNAS, FSGI Adakan Diskusi

Sambut HARDIKNAS, FSGI Adakan Diskusi

Jakarta, Sketsindonews – FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2017, memberikan catatan penting, terdiri dari : Pertama, Kekerasan dalam pendidikan yang semakin masif dan mengerikan, Kedua, berkurangnya sikap toleran dalam menerima keberagaman dan menurunnyan nilai kebangsaan di sekolah.

Adanya dua alasan tersebut FSGI dan SEGI Jakarta mengadakan diskusi publik dan konprensi pers bertema “Refleksi Revolusi Mental di Pendidikan Dalam Penguatan Karakter Guru dan Siswa”. Bertempat di Aula WALHI, Jalan Tegal Parang Utara no 14, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Pembicara Doni Koesoema mengatakan ” Pendidikan karakter harus menjadi poros dan roh dalam mengelola pendidikan nasional. Untuk itu, perlu komitmen dan konsistensi pemerintah melalui regulasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat secara fair dan adil dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dan filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui empat dimensi pengolahan hidup, olah rasa, olah pikir, olah hati, dan olah raga harus dikembalikan dalam setiap kinerja pendidikan” ucap beliau sebagai Dewan Pengawas FSGI.

Pembicara berikutnya, Itje Chodidjah mengatakan bahwa Guru adalah panutan dan sudah diatur dalam UU Guru Dosen yang menguasai 4 (empat) kompetensi dasar yang secara spesifik berhubungan dengan karakter adalah kompetensi kepribadian dan sosial.

“Kompetensi itulah yang jika dikembangkan secara tepat akan memberikan kontribusi besar pada penguatan karakter sebagai bagian dari revolusi mental,” Ungkap Dewan Pendidikan ini.

Asrul Manan, pembicara membahas kendala pendidikan karakter di sekolah mengungkapkan bahwa pendidikan karakter di sekolah selama ini di beri tanggungjawab kepada guru BP/ BK. Pendidikan karakter semestinya melibatkan cognitive, feeling, action.

“Ketiga aspek tersebut harus saling menyelimuti satu sama lainnya. Dan tentu harus ada yang mengawalnya, yaitu aktor yang terlibat. Intinya, Pendidikan karakter itu harus di kawal oleh banyak pihak, baik yang didalam sekolah maupun yang di luar sekolah,” Tegas pembicara ini merupakan pengurus SEGI BIMA.

Paparan Hari Prasetyo, menyatakan kendala dan tantangan dalam implementasi pendidikan karakter dan kebhinekaan di lembaga pendidikan swasta terletak di 3 (tiga) pilar yaitu dari sekolah, rumah dan lingkungan.

Terutama di dalam sekolah, kualitas dan karakter yang dari baik guru memerlukan pelatihan dan penguatan untuk dijadikan role model peserta didik. Tentunya juga dilakukan perbaikan dalam manajemen sekolah. Dari rumah pun, orang tua juga mendukung program sekolah untuk menjadi role model yang baik untuk anak-anaknya.

“Untuk itu perlu sinergi kerjasama dengan sekolah melalui kegiatan Parenting,” Ujar pengurus SEGI Jakarta ini. (edo)

Check Also

SDM Andal Kunci Tingkatkan Kualitas Pelayanan di Sektor Transportasi

Jakarta, sketesindonews – Pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) telah menjadi agenda penting Kementerian Perhubungan …

Watch Dragon ball super