Back

Media Terpercaya

Sembako Berlebih Sampai Dijual Lagi, Kebutuhan Sekolah dan Beli Gas Kurang

Jakarta, sketsindonews – Distribusi sembako dampak Covid – 19 bagi warga kini terus menumpuk diterima warga Jakarta, walaupun penerimaan itu kerap berulang kali diterima orang yang sama.

Kadang istilah ini muncul “Lho Lagi Lho Lagi” yang terima hingga sembako banyak beredar sembako banyak di jual warga setelah menerima karena berlebih ke tukang nasi goreng atau warteg (warung tegal).

Menurut Mimin (34) warga di Jakarta Pusat mengakui, hingga saat ini sembako yang diterima bisa buat stock hingga 4 bulan mendatang.

“Sembako kami mah gak kurang namun kami sulit terkait kebutuhan lain persoalan uang cash karena kami butuh bayar untuk beli gas, listerik hingga uang sekolah pendaftaran (PPDB) bagi siswa baru,” ungkapnya, Senin (6/7/20).

Sementara sosialog Danang Sasongko menyatakan, pemerintah DKI kini harus fokus pada zonasi merah saja jika bantuan itu masih ditetapkan, karena kebutuhan suplai itu lebih punya urgensi.

Penderita positif Covid – 19 hasil pemeriksaan dalam karantina mandiri perlunya support logistik hingga krbutuhan vitamin (imunitas) pasien selama 14 hari – sebulan lamanya, jadi itu yang perlu dibantu oleh kolaborasi kepedulian semua pihak.

Secara pysicologis positif Covid bagi penderita kadang kan tertekan dan dikucilkan oleh masyarakat walaupun reaktif bisa disembuhkan dengan metode karantina mandiri dalam kehidupan lingkungan rumah.

“Pemprov DKI tidal usah lagi suplai selain sembako bisa menjadi iritasi karena tadi lho lagi, lho lagi yang saat ini muncul ditengah masyarakat,” tutup Danang.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.