Syarat Menjadi Jurnalis Profesional

Jakarta, sketsindonews – Menjadi jurnalis profesional sebagai pencari berita tentu saja tidak mudah. Jurnalistik merupakan bagian dasar dari suatu ilmu komunikasi. Kampus Politeknik Negeri Jakarta menyedikan prodi D3 Penerbitan (Jurnalistik) pada Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, berada di Jalan Prof. Dr. G.A Siwabessy, Kampus Baru UI Depok.

Jurnalistik adalah kegiatan mencari berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Fungsinya mencari berita tentang peristiwa yang terjadi dan menyampaikan berita kepada khalayak dengan penjelasan tentang peristiwa tersebut.

Lalu apa syarat menjadi jurnalis profesional? Pertama tentunya mempunyai pendidikan. Dengan begitu, kita dapat mempelajari teknik observasi dan wawancara, mengenal dasar-dasar jurnalistik, metode penulisan laporan, serta penyuntingan berita harus dipahami agar mendapatkan nilai berita yang berkualitas.

Kedua, pengalaman. Dari pengalaman seorang jurnalis akan lebih banyak belajar menulis berita yang baik dengan mengalami sendiri bagaimana caranya membuat berita. Pengalaman membuat berita straight news, hard news, soft news, reportase maupun tulisan feature. Oleh karena itu, ada baiknya mengasah keterampilan menulis berita melalui pengalaman.

Ketiga, melatih rasa ingin tahu yang tinggi mengenai suatu peristiwa yang layak dijadikan sebuah berita. Misalnya ketika sedang meliput berita peristiwa kecelakaan, maka timbul pertanyaan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang dipicu oleh perasaan ingin tahu akan mendapat lebih banyak informasi tentang suatu peristiwa yang terjadi.

Keempat, daya khayal atau sering juga disebut imajinasi. Imajinasi dalam artian menarik kesimpulan dari suatu peristiwa berdasarkan pengetahuan dan pengamatan imajinatif. Contohnya tentang suatu peristiwa yang menimbulkan konflik di masyarakat kemudian jurnalis mengungkapkan hal-hal sesuai fakta yang berkaitan dengan konflik tersebut supaya tidak terulang dikemudian hari.

Keempat syarat itu dapat dijadikan acuan sebagai jurnalis professional untuk memperoleh berita. Tidak kalah penting bahwa jurnalis juga harus mengerti kode etik jurnalistik agar tahu rambu-rambu dalam menjalankan kebebasan jurnalis saat mencari berita.

(Noviyanti)