Taman Goba Pelangi Pulau Untung Jawa, Iconic Baru Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Jakarta, sketsindonews – Satu cara bagaimana meningkatkan peran pariwisata Kepulauan Seribu Wilayah Pulau Untung Jawa terus menghadirkan inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan para wisatawan yang sering berkunjung terus dikembangkan oleh pemerintah bersama masyarakat.

Turis datang, melihat serta mengingat tentunya dengan membangun Icon wisata baru pun dihadirkan sebagai tanda ikonik, untuk menambah pilihan wisatawan mancanegara terbentuklah Taman Goba Pelangi yang disajikan Pulau Untung Jawa

Berlokasi dekat dermaga utama Pulau Untung Jawa, Taman Goba Pelangi menghadirkan pemandangan kearah laut dengan suasana kolam, dimana para pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas perahu yang disiapkan sambil melihat panorama sekitar

Menurut Sekretaris Kelurahan Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Muhammad Fakih Burhanudin mengaku, Taman Goba Pelangi bisa dimanfaatkan untuk lokasi swafoto atau untuk menikmati senja saat fajar menyingsing, objek ini sangat bagus untuk sebuah kenangan.

“Dilokasi ini, para pengunjung diperbolehkan menggunakan perahu naga yang disiapkan secara gratis, selain pihaknya juga menyajikan kehadiran pengawas wisata sekitar oleh para PPSU dalam menjaga rasa aman lokasi bagi para pengunjung,” paparnya, Jumat (06/12/19).

“Banyak orang mengatakan ini  penamaan pelangi karena objek ini beragam warna warni, view laut dan kolam menjadi satu,” tutur Muhammad Fakih Burhanudin.

Dalam kebijakan pemerintah Kelurahan lokasi ini sendiri dibuka sejak Senin-Minggu secara gratis bagi pengunjung yang akan menggunakan perahu naga untuk berkeliling liingkungan taman.

“Semua kami lakukan oleh tangan terampil dalam memunculkan ide  ikonik wisata muasalnya sebuah ide Pak Muntasi merupakan staf Kasi Ekbang di Kelurahan Pulau Untung Jawa dalam mendesign corak warna warni dengan  dibantu puluhan PPSU untuk pengecetan dan lainnya,” katanya.

Dengan terbentuknya taman ini diharapkan pulau untung jawa se makin menarik wisatawan pada akhir pekan akan banyak dikunjungi.

“Selain lingkungan kampung juga terus kami tata seiirng wisatawan ingin masuk kampung keluar kampung melihat kultur sosial yang ada,” terang Burhanudin.

(Nanorame)