Terkait pemblokiran saham Nasabah Kecewa dengan Sikap Kejagung

Bogor, sketsindonews – Lingga Herlina pemilik perusahaan Hirota Group, masih ingat betul saat dirinya mendatangi Kejaksaan Agung, Senin (03/02/20), untuk meminta klarifikasi terkait pemblokiran sahamnya.

Padahal menurut Lingga sahamnya tidak terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. “Saham saya tidak ada hubungannya dengan jiwasraya, kenapa diblokir.” tanya Lingga kepada sketaindonews Selasa (04/02/20) pagi.

Perusahaan Hirota Group bergerak di bidang properti. Salah satunya properti Hirota ada di daerah Ciomas, Bogor.

Akibat dari pemblokiran itu dirinya tidak bisa menjual saham. “Saya tidak bisa menjual dan membeli saham. Isitlahnya saham saya frozen,” beber Lingga saat ditemui media ini.

Ia pun mengaku sangat kecewa dengan sikap Kejaksaan Agung yang langsung memblokir sahamnya, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Sangat-sangat kecewa dengan sikap Kejaksaan. Semoga kasus ini segera berakhir dan saham saya bisa dibuka kembali,” ungkap Lingga.

Selain pemblokiran tanpa ijin, masih kata Lingga, kehadiran nasabah di Kejagung juga tanpa pemberitahuan.

“Saya datang atas inisiatif sendiri. Karena ingin tau apa alasan kejaksaan memblokir saham. Dan sampai di Kejagung saya baru tau ada panggilan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiono menjelaskan, berdalih para saksi dipanggil berdasarkan surat panggilan saksi. “Tetapi terkadang para saksi tidak dapat hadir pada waktu yang dijadwalkan sehingga pro aktif ada yang minta jadwalnya dimajukan atau minta dimundurkan,” kata Hari Setiono.

Terkait penyitaan, Hari juga menyatakan alas hukumnya adalah KUHAP. Dalam KUHAP disebutkan penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan atau menyimpan di bawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan, dan peradilan.

(Sofyan Hadi)