Teror Bom Molotov, Dapat Merusak Kebhinekaan

oleh -56 Dilihat
oleh

Jakarta, sketsindonews – Teror Bom Molotov yang terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu, 12 November 2016 lalu, mengerakan hati puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Kebhinekaan untuk menyalakan lilin, di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (14/11) sebagai bentuk solidaritas untuk korban.

“Kami mengutuk keras teror bom molotov,” ucap Juru Bicara Forum Kebhinekaan, Reynhard Joshua Napitupulu di sela-sela aksi.

Menurutnya aksi ini lebih ke keinginan agar Indonesia lebih damai, karena Joshua menggambarkan bahwa lilin merupakan lambang perdamaian dimana cahaya kecilnya mampu memberi terang dalam gelap.

“Aksi teror itu telah merusak kebhinekaan tunggal ika. Kami mengecam keras segala bentuk teror yang terjadi di Indonesia,” kata Joshua.

Dia juga berharap, aksi teror yang terjadi menjelang Pilkada DKI Jakarta tidak di kait-kaitkan, karena menurutnya hal tersebut dapat mempertajam konflik.

Joshua juga menegaskan bahwa aksi kali ini tidak mencoba menuding agama apapun. “Teror kemarin bukan masalah agama,” ujarnya.

Untuk itu dengan tegas, Joshua menyatakan bahwa segala bentuk teror di Indonesia dapat merusak kerukunan umat beragama di Indonesia. “Saat ini kita sudah saksikan ada satu adik kita yang jadi korban, semoga tidak ada lagi korban lainnya,” tandas Joshua.

Seperti diketahui akibat serangan tersebut, satu korban meninggal dunia dengan nama Intan Olivia (3) pada hari senin 14 November 2016, pagi.

Hadir dalam aksi tersebut berbagai komunitas seperti Gerakan Relawan untuk Demokrasi (Garuda), relawan Jokowi Bara JP, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), serta Komunitas Aktivis 98. (Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.