Home / Berita / Terpidana Tuntut Keadilan

Terpidana Tuntut Keadilan

Jakarta, sketsindonews – Narapidana kasus korupsi bantuan budidaya udang di Desa Bungko dan Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, George Gunawan meminta melalui Jaksa Agung ST Burhanuddin agar memerintahkan penyidik di Kejati Jabar memeriksa dan menetapkan HK, selaku direktur Operasional PT Tambak Mas Makmur sebagai tersangka.

Alasannya menurut George Gunawan, bahwa HK diduga telah merekayasa pembetukan ketua-ketua kelompok sesuai fakta-fakta dipersidangan atas keterangan saksi-saksi.

“Demikian pula terhadap Wawan Gunawan Hj. Sujakima, Sahidin Maulana Ihsan dan H. Basar. Agar mendalami keterlibatan Petugas Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, yaitu HD dan Kepala Desa Bungko Lor. Kec. Kepetakan, Kab. Cirebon Hj T yang telah mengetahui dan menandatangani proposal yang tidak benar,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/3/21).

Untuk itu George Gunawan meminta keadilan, menyusul dugaan maladministrasi yang dilakukan penyidik Kejati Jawa Barat dalam penyidikan dugaan perkara korupsi bantuan Pelaksanaan Percontohan Usaha Budidaya (DEMPARM) udang dalam rangka industrialisasi perikanan budidaya tahun 2012 yang diterima lima kelompok petani tambak.

“Saya tidak menerima keuntungan dari bantuan negara, malah uang saya sebesar Rp15 miliar selaku mitra tak kembali,” akunya.

Ironisnya kata dia, malah hanya diriny yang menjadi tersangka. Sedangkan penerima bantuan malah bebas diluar hingga kini.

“Dan ini tidaklah adil untuk saya” ujar George Gunawan, Dirut PT. Tambak Mas Makmur dalam suratnya kepada Jaksa Agung RI.

Menurut George, kelompok petambak yang menerima bantuan adalah, Mina Tambak Makmur, Desa Bungko Lor, Kecamatan Kepetakan, Kabupaten Cirebon, luas lahan 72 hektar, Mina Lebe Tawa, Desa Bungko Lor, Kecamatan Kepetakan, Kabupaten Cirebon, luas lahan 20 ha, Mina Tambak Mas, Desa Bungko Lor, Kecamatan Kepetakan, Kabupaten Cirebon, luas lahan 72 ha, Mina Karya Mandiri, Desa Bungko Lor, Kecamatan Kepetakan, Kabupaten Cirebon, luas lahan 25 ha, dan Mina Bahari Rahayu, Desa Bungko Lor, Kecamatan Kepetakan, Kabupaten Cirebon, luas lahan 30 ha.

Kelompok petambak udang (5 kelompok) tersebut bersedia untuk revitalisasi tambak udang seluas 245 ha. Artinya ditingkatkan dari tambak konvensional menjadi tambak industri dengan APBNT tahun 2012, anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan apabila kelompok-kelompok petambak tersebut memenuhi persyaratan akan diberi bantuan berupa; kincir, genset, pompa air, mulsa plastik, benur udang, pakan dan obat-obatan. Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada kelompok petambak tanpa melibatkan PT. Tambak Mas Makmur selaku mitra.

Kedudukan hukum PT. Tambak Mas Makmur selaku mitra adalah menyediakan dana untuk memperbaiki infra struktur kolam dan modal kerja sekitar Rp 15 miliar.

“Dan PT Tambak Mas Makmur sama sekali tidak menerima keuntungan apapun dari proyek tersebut malahan modal yang ditanamkan tidak Kembali,” tukas George Gunawan lagi.

Mengenai telah terjadi kelompok petambak fiktif ujarnya, telah diakui oleh para ketua kelompok di persidangan Pengadilan Negeri Bandung, yaitu kelima kelompok itu adalah terdiri anak, isteri, menantu dan sopir HK.

George Gunawan selaku Dirut PT. Tambak Mas Makmur tidak mengetahui telah terjadi kelompok petambak fiktif, dan belum berumur 2 tahun sesuai persyaratan, karena di dalam perjanjian yang bertanggungjawab atas itu adalah HK selaku Diretur Operasioal sekaligus pemegang saham 20 persen

“Pertanyaannya mengapa tanggungjawabnya hanya pada saya
sendiri, yang diperkarakan, sedangkan yang bersangkutan masih bebas dari hukum. Karena hal itu telah diakui para saksi dan terungkap dipersidangan PN. Bandung,” tutup George Gunawan.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Bangkalan, sketsindonews -Aksi tawuran sekelompok anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur …

Watch Dragon ball super