Home / Hukum dan Kriminal / Tim Tabur Kejati Bali, Amankan Seorang DPO

Tim Tabur Kejati Bali, Amankan Seorang DPO

Denpasar, sketsindonews – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengamankan satu orang terpidana yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Kejati Bali.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali, Luga Harlianto menyebut, terpidana yang diamankan yaitu, Sari Soraya Ruka yang beralamat di Perumahan Pondok Cemara Jalan Cemara Raya, Jakarta.

“Terpidana tidak diketahui keberadaannya sejak melakukan upaya hukum banding, Terpidana tidak pernah melakukan wajib lapor ke Jaksa Penuntut Umum.” kata Luga kepada Sketsindo saat dihubungi, Minggu (16/1/22) malam.

Sejak tahap penyidikan dan hingga upaya hukum baik banding maupun kasasi, kata Luga, Sari Soraya Ruka tidak dapat dilakukan penahanan dikarenakan ancaman pidana dalam pasal yang disangkakan maupun Pasal yang didakwaan terhadap Terpidana Sari Soraya Ruka yaitu Pasal 406 KUHP dan Pasal 167 KUHP, dibawah lima tahun dan tidak termasuk Pasal pengecualian dalam Pasal 21 KUHAP.

Dijelaskan Luga, Sari Soraya Ruka ditangkap di sebuah tempat makan yang berada di Pusat Perbelanjaan di Kawasan Kuta, Bali.

Sari Soraya Ruka (tengah) ditangkap Tim Tabur di Pusat Perbelanjaan, Kawasan Kuta, Bali

“Pada saat diamankan, Sari Soraya Ruka bersikap kooperatif dan tanpa adanya perlawanan saat dibawa ke Kantor Kejati Bali.” ucap Luga.

Setelah tiba di Kejati Bali, Sari Soraya Ruka diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Kemudian JPU Kejari Denpasar melaksanakan
putusan pidana penjara 4 bulan terhadap Terpidana Sari Soraya Ruka di Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Denpasar.

Untuk diketahui, Kasus yang menjerat Soraya bermula saat bersama suaminya menyewa vila di Jalan Plawa, Seminyak, Badung milik I Wayan Suwena selama 25 tahun, terhitung sejak 6 November 2003 sampai 2028. “Harga sewa disepakati Rp23 juta per tahun yang dibayar setahun sekali,” ucapnya.

Namun sejak 2007, suami Soraya tak lagi membayar uang sewa, hingga perjanjian pun dihentikan 1 Juli 2012.

Suwena kemudian menyewakan vilanya bulan April 2013 kepada wisatawan asal Jepang. Saat penyewa tengah pulang ke negaranya, Soraya nekat masuk vila tanpa izin.

Dia merusak kunci pintu dan membongkar gagang pintu, serta mengganti rumah kunci. Tak hanya itu, Soraya juga merusak dan mengganti keramik di lantai atas vila. Akibat dari perbuatan terdakwa ini, penyewa vila merugi hingga Rp 510.000. (Fanss)

Check Also

Mau Safari Sholat Jum’at, Anggota Sat. Binmas Polres Sampang Dan Masyarakat Tangkap Tahanan Kabur Dari Rutan Kelas IIB Sampang

Sampang, sketsindonews – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda …

Watch Dragon ball super