Home / Berita / Transjakarta Masuk Jalur Metromini, “Ahok Jangan Adu Domba”

Transjakarta Masuk Jalur Metromini, “Ahok Jangan Adu Domba”

Jakarta, sketsindonews – Puluhan sopir metromini 42  jurusan Pulegebang-Pulogadung melakukan aksi demo penolakan terhadap bus Transjakarta, yang di indikasikan mengambil trayek atau jalur metromini. Aksi tersebut dilakukan di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/8).

Dalam pantauan tim sketsindonews.com, diketahui bahwa aksi damai yang di kawal ketat aparat kepolisian tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan  ” Jangan rampok trayek 42,Jangan jajah kami,kami siap tempur….Merdeka”.

” Ahok (Gubernur DKI Jakarta) : jangan adu rakyat “.

“Transjakarta telah mengambil trayek Pulogebang -Pulogadung sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Pemilik sekaligus pengurus metromini 42, Bahar.

Menurutnya Transjakarta belum memiliki jalur dan halte  ke Penggilingan dan Transjakarta masuk ke wilayah tersebut bukan atas permintaan masyarakat.

“Namun permintaan Gubernur DKI Jakarta (Basuki Tjahaya Purnama) pada saat datang ke DKI dengan maksud mempromosikan PIK,” jelasnya.

Bahar juga menambahkan bahwa ada indikasi persaingan bisnis. Padahal jelas dia, Transjakarta itu di buat dengan uang rakyat, kenapa harus bersaing dengan perekonomian rakyat.

“Metromini, angkot sama tukang ojek mereka yang di rugikan semuanya di dalam,” paparnya.

Ditambahkan juga bahwa Metromini 42 siap bergabung repitalisasi dengan Transjakarta.

Lebih jauh lagi Bahar juga mengungkapkan bahwa dia pernah bicara dengan Ahok beserta Budi Kalyono Direktur Transjakarta dan selama ini semua bulshit.

Pertemuan tersebut di lakukan pada bulan Desember namun sampai saat ini bulan Agustus tidak ada kata-kata terbaik guna memberikan solusi atau pun arahan  untuk metromini.

“Bayangkan, pernah di tawarkan Transjakarta dengan ukuran 9 meter dengan harga 650jt dan DP kita 110jt,lebih mahal dari metromini yang sedang berjalan yang hanya DP 80jt total sampai pertiga bulan dengan biaya solarnya hanya 82jt,” ucapnya.

Di tambahkan Bahar, Ahok bilang sopir di tanggung Pemerintah dengan gaji 6,2jt namun semua itu bohong. “Jangan hanya pencitraan untuk jadi Gubernur,” ujarnya.

“Kalau mau di bina metromini kami siap repitalisasikan Ahok pernah bilang buat koperasinya, sekarang sudah saya buat koperasi dengan nama koperasi metropolitan transportasi dan untuk PT metromini juga sudah ada legalitasnya,” ungkapnya lagi.

“Kayak gini, kalau gak saling menahan oleh pengamanan khusus dan pemilik metromini sudah beradu sopir dengan sopir yang satu jalur. Tetapi kami gak mau di adu domba. Rakyat sudah pintar rakyat tidak bodoh jangan adu domba sopir dan sopir ini orang pribumi,” terang Bahar.

Bahar kembali menekankan bahwa dirinya siap repitalisasi untuk transportasi Jakarta yang lebih baik.

“Saya orang Jakarta saya pengen Jakarta yang lebih baik apapun program Jakarta yang lebih baik saya ikut atas nama meteomini 42,” tegasnya.

“Saya akan berkonsultasi dan cari pemimpin Gubernur yang bijak dan beradab dan tidak mementingkan kepentingan pengusaha, tidak mengadu domba rakyat dan saat ini menolak kebijakan ahok  yang selalu merugikan rakyat,” pungkas Bahar. (Ad)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super