Home / Artikel / Tuhan Itu Bapa Kita ‘Yesaya 64:1-8’
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Tuhan Itu Bapa Kita ‘Yesaya 64:1-8’

Renungan, sketsindonews – Allah bertindak atas kasih setiaNya, walaupun Ia dikecewakan, walaupun Ia murka terhadap pemberontakan Israel, Ia tidak dapat mengabaikan mereka.

Allah sendiri yang mengingatkan bangsa Israel untuk berharap kepada-Nya. Dan atas dasar ini, Yesaya dan bangsa Israel berdoa memohon kepada Allah.

Dalam hal ini perlu diingat bahwa bukan doa yang tulus yang menggerakkan Allah, bahwa Allah sendiri yang tergerak oleh belas kasihan-Nya.

Manusia tidak mempunyai hak untuk mendesak Allah untuk menolongnya, jika Tuhan bertindak, Ia digerakkan oleh perasaan-Nya sendiri.

Berdoa adalah berpegang pada Allah, dengan iman memegang janji-janji dan deklarasi Allah yang telah membentuk kita.

Kita memohon kepada-Nya – seolah-olah menarik dia seperti orang yang hendak pergi dari kita, sungguh-sungguh memohon pada-Nya untuk tidak meninggalkan kita, atau memohon kepada-Nya yang telah pergi, meminta-Nya untuk kembali. Tetapi sebenarnya kita berpegang kepada Allah adalah seperti nelayan yang menarik perahunya menuju pantai, seolah-olah dia menarik pantai padanya, tapi sebenarnya menarik perahunya ke pantai; jadi kita berdoa, bukan untuk membawa Allah kepada kita, tetapi untuk membawa diri kita kepada Allah.

Bahwa Tuhan tidak berubah, sebenarnya kitalah yang telah berubah.

Orang-orang yang menanti-nantikan Allah mengharapkan hari Tuhan menyatakan diri, sebab kedatangan Tuhan bertujuan untuk menyatakan keselamatan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang dikasihiNya.

Bahwa semua orang yang mencari Dia, dan melayani Dia, dan menjaga imannya, telah dipersiapkan, sehingga mereka tidak perlu takut apalagi kecewa pada waktu itu, sebab kehidupan telah disiapkan bagi mereka.

Manusia tidak mendengar atau melihat apa yang Tuhan siapkan bagi mereka yang menantikan-Nya.

Perhatikan karakter umat Allah; mereka yang menantikannya dengan kesungguhan hati bekerja untuk Tuhan, menunggu keselamatan yang telah dijanjikan dan dirancang untuk mereka. Allah telah memenetapkan bagi mereka yang takut akan Dia, dan yang percaya kepada-Nya.

Allah sendiri menetapkan kebahagiaan pada masa kini dan masa depan bagi jiwa-jiwa orang-orang kudus.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor. 2:9).

(Eky/ Renungan HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super