Home / Artikel / Tutup Citra Tower Itu Mau Kami

Tutup Citra Tower Itu Mau Kami

Jakarta, sketsindonews – Penuntutan dengan aksi warga Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat terpaksa akan dilakukan, dimana pemasangan pipanisasi air bersih bagi kepentingan warga tak kunjung terlaksana.

Dampak pembangunan Citra Tower hingga kini merusak ekositem penataan lingkungan padahal sesuai dengan perjanjian antara Forum Warga Kebon Kosong dengan pihak management Citra Tower sebelumnya sudah ada kesepakatan keduanya.

Dalam pertemuan warga Kebon Kosong di Balai Warga RW 06 tercetus komponen warga sepakat akan lakukan aksi damai dengan petisi penuntutan terhadap PT. Multikon Citra Tower. (1-04-2017)

Menurut tokoh warga H. Kharis menyatakan, pembahasan aksi warga merupakan pembelaan warga atas hak dampak lingkungan, seyogyanya harus di patuhi pihak developer, butir – butir itu sudah tersampaikan dalam nota kesepakatan yang sudah kami sampaikan, ujarnya.

Namun, proses itu hingga kini selalu dibuat angin lalu oleh pihak Citra Tower yang secara dini telah di fasilitasi oleh pemerintah DKI cq. Camat Kemayoran dan tidak berjalan sebagai mana waktu yang sudah ditentukan.

“Tak ada jalan lain, kami akan lakukan petisi aksi di Balaikota pada hari Senen tanggal 3-04-2017 dalam penyampaikan aspirasi “Kembalikan Air Kami”, jelas Kharis.

Sementara Koordinator Aksi Chillan menjelaskan, proses negosiasi sudah secara administratif sudah dijalankan oleh Forum warga secara elegances apa yang kita mau sama mau, apalagi kalo agenda ini terus di kebiri pihak mereka.

Artinya kata Chillan mereka mau uji nyali warga untuk memancing emosi kami (warga) Kebon Kosong, kata Chillan.

Aksi demo akan kita lakukan di dua titik Balaikota dan depan Citra Tower dengan target tutup pembangunan PT.Multikon di wilayah kami, tegasnya.

Kerry (42) warga Kebon Kosong yang terkena dampak kepada sketsindonews.com menjelaskan, gerakan warga ini menjadikan momentum setelah 30 tahun lebih kami dikriminilisasi terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat terhadap kehidupan lingkungan sekitar kami tinggal.

Kami bukan anti investor tapi jangan kami dianggap bukan manusia yang sampai saat ini warga ber KTP DKI yang secara moral adalah manusia yang punya hak sama secara UU, paparnya.

Tutup Citra Tower suatu keharusan dalam melawan hak – hak kesejahteraan warga yang dirampas baik air dan layanan infrastruktur selama ini tidak pernah kami dapatkan dari hasil pembangunan sekitar yang di claim lahan Hantu HPL.

Kerry menambahkan, kebijakan kapitalism yang selama ini dijalankan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) Sekretariat Negara merupakan Hantu, karena tak pernah dikubur.

Dengan adanya gerakan warga dalam aksi nanti minimal pemprov DKI mempunyai kekuatan legalitas secara hukum atas kehendak warga (rakyat) mengambil alih kebijakan pembangunan secara keseluruhan seperti wilayah lain di Jakarta, tutupnya.

reporter : nanorame

Check Also

TNI AL LANAL BABEL Laksanakan Vaksinasi Di Atas Perahu Nelayan KBN Dusun Sukal Desa Belo Laut

Babel, sketsindonews – Lanal Bangka Belitung Posal Muntok kembali melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi …

Watch Dragon ball super