Home / Berita / Unggahan Potongan Video Ahok, di Laporkan Polda Metro Jaya

Unggahan Potongan Video Ahok, di Laporkan Polda Metro Jaya

Jakarta, sketsindonews – Unggahan viral video kunker petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahyadi Purnama alias Ahok ke pulauan seribu beberapa waktu lalu terus menuai protes oleh para ormas Islam. Hal ini sempat menjadi ramai baik didunia medsos dan Aksi demo Sara yang menjadikan jelang pilikada DKI Jakarta cukup memanas.

Akhirnya Potongan Video Ahok Yang Dilaporkan Ke Polisi Oleh Kelompok relawan Kotak Adja (Komunitas Muda Ahok Djarot) lantaran memfitnah Ahok.

Ternyata penggugah video potongan Ahok bernama Bini Yani yang dilaporkan kepolisi lantaran menyebarkan fitnah terhadap ahok.

Buni yani kini sangat gusar sekali ketakutan membayangkan akan hidup di balik jeruji besi akibat ulahnya sendiri

lewat akun facebooknya, Buni yani kini merengek rengek minta bantuan hukum gratisan kepada teman temannya agar terhindar dari jeratan hukum yang kini harus ia hadapi.

” Kawan2, saya dapat kabar akan dilaporkan ke polisi karena upload video dan transkripnya. Kalau ada yang bisa membantu saya dengan bantuan hukum, saya akan sangat berterima kasih.

Sebagai warga negara yang baik, saya siap menghadap polisi dan menjelaskan posisi saya sebagai peneliti media dan mantan praktisi media. Mudahan ini tidak mengganggu pekerjaan dan kegiatan akademik saya ” Tulis Buni Yani sebagaimana dikutip islamnkri.com lewat akun facebooknya (10-10-2016)

Sebagaimana Dilansir Kelompok relawan Kotak Adja (Komunitas Muda Ahok Djarot) melaporkan ke Polda Metro Jaya, Jumat (7/10/2016) terkait video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membuat heboh beberapa hari terakhir.

Laporan itu diterima dengan nomor TBL/4873/X/2016/PMJ/Dit Reskrimsus.

Ketua Kotak Adja, Muannas Alaidid mengatakan pihaknya melaporkan akun Facebook bernama SBY (Si Buni Yani) yang diduga pertama memprovokasi masyarakat dengan memposting potongan dari video asli.

“Kami melihat adanya pengunggahan video viral di Facebook tidak utuh dan sepotong-potong sehingga menimbulkan multitafsir dan kesalahpahaman,” kata Muannas di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Muannas mengaku melapor atas inisiatifnya sendiri. Ia juga melihat adanya niat jahat dari pelaku untuk mengadudomba masyarakat. Akun Facebook itu kini telah dihapus pemiliknya.

“Hasil temuan kami ternyata akun ini juga menyebarkan form registrasi salah satu pendukung pasangan calon di Pilkada DKI, yang bersangkutan adalah pendukung salah satu pasangan calon,” ujar Muannas.

Muannas pun melaporkan tersebut melanggar Pasal 28 UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Terkait dengan beberapa pihak yang sebelumnya melaporkan Ahok atas penistaan agama, Muannas justru meminta polisi juga mengusut secara tuntas sebab meresahkan masyarakat.

Sementara Budi Yani menyatakan tidak gentar terhadap aduan dirinya ke Polda Metro Jaya, “Kami mengharapkan warga DKI khusus umat Islam tidak terpancing dan terprovokasi dan tetap obyektif menyikapi sehingga pelaksanaan pilkada 2017 nanti dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Buni pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari LSPR. Ia berujar dirinya saat ini sedang berjuang demi kepentingan publik, berupa kebebasan berbicara dan penistaan agama harus dibawa ke ranah hukum. “Ini aktivitas di luar kampus, makanya saya mundur agar orang tidak mengkait-kaitkan dengan kampus,” ucapnya.

Adapun terkait postingan video Gubernur Basuki di akun Facebook miliknya itu, ia mengajak pihak-pihak yang keberatan untuk berdiskusi. Buni sebelumnya telah dilaporkan oleh Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) ke Polda Metro Jaya. (*)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super