Back

Media Terpercaya

‘Vaksin’ Virus Corona Wuhan Belum Ada

Jakarta, sketsindonews – Maraknya penyebaran virus corona saat ini membuat setiap negara di dunia khawatir dan memperketat arus masuk warga negara asing maupun WNI melalui bandara udara khususnya bagi warga yang telah melakukan perjalanan ke negara China.

Selain China, negara yang melaporkan kasus serupa yakni Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Australia dan Amerika.

Hingga saat ini kasusnya kian bertambah dan dideteksi terjadi penularan antara manusia ke manusia. Namun hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah terinfeksi Coronavirus Wuhan.

Menurut Ketua perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI), Dr Sally A Nasution mengatakan novel coronavirus (2019-nCOV) adalah virus baru penyebab penyakit saluran penafasan. Namun hingga sayangnya belum tersedia vaksin 2019 nCOV.

“Virus ini berasal dari Cina. Novel cotonavirus merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS,” kata Dr Sally saat dihubungi sketsindonews.com, Minggu (26/01/20) malam.

Ia menambahkan gejala secara klinis virus corona adalah: deman, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan dan letih lesu.

Untuk pencegahannya kata dia agar sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun, rajin berolahraga dan istirahat cukup. Kemudian gunakan masker saat batuk atau pilek, jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak.

“Konsumsi gizi yang seimbang, perbanyak sayur dan buah. Bila batuk, pilek dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan. Hati-hati kontak dengan hewan,” imbuhnya.

Dr Sally yang juga Ketua PAPDI mengatakan bagi warga yang melakukan perjalanan ke negara China, menyarankan agar menggunakan masker bila berada dikerumunan orang.

“Jika mengalami penyakit pernapasan selama di negara China atau setelah kembali ke tanah air segera menghubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan Dan disarankan tidak mengunjungi pasar hewan,” pungkas Dr Sally.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.