Home / Artikel / Wardi Jein SH: Ide System Tri Falaq Tunggalistik Nilai Peradaban Bangsa

Wardi Jein SH: Ide System Tri Falaq Tunggalistik Nilai Peradaban Bangsa

Jakarta,sketsindonews – Perlunya Kemanunggalan bagaimana membangun bangsa dalam menyikapi persoalan perbedaan dan disharmonisasi kehidupan sosial, bermasyarakat dengan memaknai arti ke Bhenekaan.

Potensi bangsa dengan segala konsekwensinya bukan keniscayaan, jika para eliter dengan kekuasaannya mampu mengendarai sebuah keadilan bernegara, kata Wardi Jein, SH dalam menyikapi sumber nilai Pancasila sebagai jalan kemaslahatan kesejahteraan bernegara. Hal ini saat bincang bersama sketsindonews.com di jalan Kembang Sepatu Raya Jakarta Pusat.

Apa itu kemanunggalan, dalam sikap toleransi adalah untuk berfikir agar tidak dogmatis dalam syahwat politik (wasangka), artinya adanya frame kemanunggalan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dalam bingkai NKRI, hingga menjadi fungsi peradaban yang realitasnya terwujud.

Apa itu, Ide System Pedoman Hidup TRI FALAQ TUNGGALLISTIK yang dicetuskan Werdi Jein, SH.

Inilah sumber dalam persoalan yang kerap kontradiktif dan realis yang ada dalam benak kita, diantaranya ;

a. Apakah adanya berbagai agama, partai, negara, suku yang selama ini selalu saja berseteru tidak menjadikan alasan yang cukup untuk datangnya sebuah ilmu / pedoman / standar yang baru yang dapat di terima oleh semua pihak agar terjadi harmonisasi dan kerukunan di antara semua umat manusia?

b. Apakah benar akal manusia tidak mengalami proses yang terus berkembang menuju kesempurnaan yang terakhir kenapa kebanyakan manusia menolak dan alergi. dengan datangnya sebuah ilmu pengetahuan yang baru sebagai penyempurna ilmu yang sudah / lama

c. Bukankah ilmu pengetahuan yang terbaru adalah sebagai peyempurna dan pelengkap ilmu pengetahuan pendahulunya / lama?

d. Bukankah menyatukan umat manusia dan membawa mereka semua kejalan yang lebih baik dan benar sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa adalah tujuan yang mulia

e. Bukankah perbedaan tiap-tiap agama perlu datangnya sesuatu yang baru agar mereka dapat saling hidup berdampingan dengan rukun..?

f. Bukankah perbedaan itu bukan buatan manusia kenapa kita harus mempermasalahkan perbedaan tersebut bukankah kita malah harus mencari keuntungan dan rahmat dari perbedaan tersebut..?

g. Bukankah kebenaran dan keadilan berlaku untuk semuanya baik yang besar maupun yang kecil tua dan muda…?

h. Apakah harus kita tolak apabila pembawa kebenaran dan keadilan itu rakyat jelata yang miskin, bocah ingusan dan berbeda agama dengan kita akhirnya kita tolak kebenaran yang dia bawa

i. Apakah sesuatu yang bertentangan dengan yang ada saat ini selalu harus ditolak bagaimana kalau yang bertentangan dengan keadaan sekarang ini adalah kebenaran yang datangnya dari Tuhan yang Maha Esa?

j. Kenyataan umat manusia saat ini terbagi dalam berbagai agama dan kepercayaan dapat di ibaratkan anak sungai yang yang berasal dari sumber yang sama…makanya perlu danau dan lautan yang besar dengan system manunggal saling membutuhkan dan yang saling menghormati perbedaan hingga mereka dapat hidup dengan rukun aman, adil, dan sejahtera di dalamnya…?

k. Bukankah hilangnya etika dan moral dalam diri bangsa Indonesia serta dunia pada umumnya tidak perlu adanya ajaran moral yang baru yang mampu membuat manusia itu kembali memiliki etika dan moral yang luhur…?

l. Apakah salah bila seorang mencintai dan memuliakan adat dan budaya leluhurnya dengan tidak melanggar kehendak tuhan yang MAHA ESA adalah dikatakan sebuah kesesatan yang nyata

m. Bukankah membangun karakter dan jati diri setiap bangsa adalah tugas dan tanggung jawab berat serta utama dari setiap generasi penerusnya..? Apakah manusia tidak mengharapkan perkembangan kerohanian tentang filosofi yang terus-menerus ke arah yang lebih baik?

n. Apakah revolusi mental dan rohani manusia itu tidak menuju ke arah kesempurnaan yang terakhir, yang sebenarnya merupakan tujuan dari pada adanya manusia itu?

o. Apakah dewasa ini masih tepat bahwa perbedaan-perbedaan itu terus berlangsung yang akhirnya menuju perpecahan dan permusuhan yang merugikan kedua belah pihak?

Beberapa hal tersebut di atas yang mendasari tercetus Warde System Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggallistik Membangun Peradaban Bangsa yang diharapkan mampu ikut serta memberikan solusi terhadap kemelut yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya, agar manusia dapat hidup rukun damai, adil sejahtera dengan tetap mengedepankan nilai – nilai etika, moral dan budaya luhur bangsa kita serta kebenaran yang datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa.

Reporter : nanorame

Check Also

Desa Langkan Gelar Senam Sehat Bersama Karang Taruna Kabupaten Pelalawan Dan Warga

Pelalawan, sketsindonews – Pemerintah Desa (Pemdes) Langkan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau bersama pengurus Karang …

Watch Dragon ball super