Back

Media Terpercaya

Warga GSU Akan Memiliki Puskesmas Bila Lahan di Beli Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, sketsindonews – Warga Kelurahan Gunung Sahari Utara hingga saat belum memiliki puskesmas, namun untuk memiliki puskesmas sangat terbuka dimana pemerintah DKI Jakarta jika dalam hal ini Dinas Kesehatan harus cepat mendorong pembebasan lahan di wilayah lingkungan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Fraksi DPRD DKI PSI Idris Akhmad SKM, Rabu (11/03/20).

Dirinya telah melihat lahan apa yang mejadi kebutuhan warga untuk membangun Puskesmas diwilayah itu seluas 1.400 Meter Tanah Kosong ini tidak sengketa sehingga perlu Dinas Kesehatan lakukan percepatan.

Pihaknya sudah pasti akan mendorong pembebasan sesuai syarat dan appraisal lahan itu bagi kepentingan warga Kelurahan Gunung Sahari Utara Kecamatan Sawah Besar.

“Lahan ini sangat baik dengan membangun puskesmas modern bahkan bisa menjadi rumah sakit type C karena luas lahan itu kosong tinggal dibangun oleh pihak Pemprov DKI,” ujarnya.

Sementara Lurah GSU Yanti Sri Handayani menyatakan pihaknya akan membuat surat pengajuan kepada pihak pimpinan Dinas Kesehatan sebagai langkah agar realisasi warga menjadi kenyataan.

“Pasalnya, persoalan ini warga telah kemukakan pula kepada pihak Sudin Kesehatan saat musrenbang atas kebutuhan peningkatan layanan kesehatan dilingkungan wilayahnya,” ungkapnya.

Sebaliknya Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Dede Sulaiman mengatakan, lahan 1.400 Meter seluas itu bisa saja dilakukan namun anggaran pembebasan dan pembangunan sangat besar.

Dirinya juga memberikan solusi terkait lahan lain sekitar 600 meter di RW 06 GSU milik warga serta bangunan masih kokoh selain akses itu juga bisa dilalui untuk melayani kesehatan warga untuk memeriksa dan berobat kesehatan.

“Efisiensi sudah pasti jika bangunan yang masih kokoh dibeli oleh pemerintah DKI Jakarta dengan appraisal hanya nantinya tinggal sedikit di rehabilitasi tata ruang menjadi puskesmas yang sesungguhnya,” papar Dede.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.