Warga Karang Anyar Pertanyakan Amdal Revitalisasi Rusunawa Dalam Menata Lingkungan

Jakarta, sketsindonews – Warga RW 07 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar Kota Jakarta Pusat mempertanyakan revitalisasi pembangunan rusun Karang Anyar oleh Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta ternyata menjadikan kekesalan warga.

Hal ini terungkap dalam rapat saat rapat bersama warga terkena dampak langsung meliputi 6 RT diantaranya ; RT 02.07,08,09,010, dan RT 015 yang bersinggungan langsung dengan revitalisasi rusun, dimana sebelumnya di lakukan sosialisasi covid – 19 terhadap 5 RT antara lain ; RT 02,07,08,09,015) meliputi 10 RT di RW 07 Kelurahan Karang Anyar.

Pasalnya pembangunan rusun warga lingkungan dalam proses dampak amdal tidak menyertai warga mulai RT RW di lingkungan terkena dampak.

“Kami tak tahu amdal itu sudah memenuhi syarat atau belum dalam kapasitas keselamatan lingkungan sekitar dari revitalisasi rumah susun Karang Anyar, karena biar bagaimanapun warga harus mengetahui secara detail termasuk fasum dan fasos nantinya setelah jadi rusunawa apakah akan berdampak secara sosial, penataan lingkungan serta ekonomi,” pungkas Ketua RW 07 Toto Mulyanto kepada sketsindonews.com, selasa (24/3/20).

Sejak awal kami dilibatkan dalam bagaimana revitalisasi masih menjadi batas wacana hingga terjadi program revitalisasi yang dihadiri semua unsur masyarakat, organisasi serta tokoh bersama pemerintah.

Tapi sejak revitalisasi di lakukan mereka jalan sendiri hingga kami warga merasa terganggu akibat tidak ada kordinasi hingga larut dini hari menggangu lingkungan istirahat warga, kata Toto.

Atas dasar ini kami meminta pihak Dinas Perumahan DKI atau Sudin Perumahan Jakarta Pusat untuk bisa menjelaskan amdal keselamatan warga lingkungan selain manfaat kedepan, apakah warga juga menjadi prioritas dalam perubahan penataan secara bermartabat serta fungsi fasum fasos bagi kesejahteraan masyarakat lingkungan RW 07 khususnya.

Revitalisasi ini bukan kami untuk menonton saja sementara warga kami sekitar masih tak berkembang, selain prioritas warga memiliki menempati rusunawa dengan quota lebih mencapai 450 unit nantinya, tandasnya.

Apa Kata Dekot Dede

Sementara Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Dede Sulaeman menyatakan, hasil pertemuan ini banyak hal untuk diselesaikan pihak Sudin Perumahan terkait revitalisasi rusunawa Karang Anyar.

Karena kami menganggap pihak pemerintah DKI Jakarta telah melupakan jerih payah RT RW yang selama ini merupakan institusi warga banyak sudah berbuat tercapainya iklim kondusif dari sebuah program revitalisasi.

“Wajar saja kalo warga pun mulai kesal dengan berbagai cara untuk kembali mengingatkan Dinas Perumahan, bahkan mendapat kabar informasi berkembang nantinya bisa saja melakukan aksi demo ke Walikota Jakarta Pusat terhadap ketidak puasan penjelasan detail tata ruang pembangunan rusunawa,” papar Dede.

Dede menambahkan, sebaiknya dengan adanya kondisi ini pihak Dinas Perumahan harus proaktif didalam persoalan tata ruang fasum fasos, amdal hingga nantinya prioritas warga untuk didahulukan secara sosial dan ekonomi.

“Terlebih warga sekitar secara penataan juga sangat membutuhkan perubahan yang signifikan baik fasilitas serta rekruitmen tenaga kerja, jangan nantinya justru menjadi kesenjangan di limgkungan,” tutup Dede.

(Nanorame)