Back

Media Terpercaya

Warga Kramat Senen Wara Wiri Tanpa Masker Hingga Tolak Rapid Test Covid-19

Jakarta, sketsindonews – Ironi warga Kramat sepertinya seakan kebal Covid – 19, terbukti sepanjang jalan Kantor Kelurahan Kramat merupakan jalan strategis publik terlihat warganya wara – wiri tanpa masker bahkan kongkow warganya dilingkunganpun tanpa pelindung diri kesehatan.

Zonasi merah Kramat seharusnya menjadi perhatian pihak pemerintah setempat untuk melakukan ketegasan, warga padatnya serta ternyata sulit untuk disiplin oleh anjuran protap kesehatan dalam mencegah penyebaran virus.

Warga Kramat juga tak mematuhi serta menolak untuk berdemo di Kelurahan atas kewajiban ikuti rapid test SWAB PCR oleh Pemprov DKI Jakarta, disinyalir warga RW 08 tak mau ikuti pemeriksaan SWAB covid.

Menurut Lurah Kramat Agus Yahya tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait warganya tolak rapid test, hanya berkilah bahwa itu merupakan kesalahpahaman saja.

Saat sketsindonews ingin menyusuri alasan warga menolak Lurah berkilah sedang kordinasi dengan satpol PP Kecamatan.

“Sebenarnya sudah dijelaskan bahwa kita masih menunggu informasi selanjutnya dari puskesmas kecamatan dan saya sudah komunikasikan dengan Ketua RW 08 yang warga nya menolak di rapid test Covid – 19,” kata Agus Yahya dalam pesan Whatshapp,” Jumat (19/6/20).

Sementara warga Kramat Nurjaman mengakui, selain tidak patuhnya warga setempat ikuti aturan protokeler kesehatan wajib masker di lingkungan juga aparat kelurahan setempat kurang lakukan pemeriksaan terhadap fungsi kontrol warganya.

“Jalan depan Kelurahan Kramat itu padat seharusnya petugas lakukan penertiban lintas jalan bagi siapapun terlebih zona merah,” papar Nur.

“Apalah artinya ajakan Pemprov DKI dengan strong poin “Lindungi Kamu dan Aku,” baru saja dicanangkan menjadi gerakan oleh Pemprov DKI bukan hanya simbol terbaca untuk menjadi kepatuhan menjadi berbudaya,” tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.