Home / Berita / Warga Minta Jembatan Paris Johar Baru di Bongkar, Awalnya Suruh Pasang, Kini Minta Bongkar???

Warga Minta Jembatan Paris Johar Baru di Bongkar, Awalnya Suruh Pasang, Kini Minta Bongkar???

Jakarta, sketsindonews Jembatan Penyebrangan Orang Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat ditutup beton agar tak bisa dilintasi akses tawuran dan menjadi pro kontra ditengah warga agar jembatan ditutup barier setinggi 2 meter dan di robohkan kembali.

Diketahui alasan jembatan itu ditutup oleh pemerintah atas pesetujuan para RW, dikarenakan kerap menjadi akses lintas tawuran antar warga antara Kampung Rawa – Johar Baru serta warga lain.

Namun kini warga meminta dibuka kembali alasan warga bahwa lintasan jembatan menjadi akses ekonomi, padahal barier beton baru saja dipasang.

Kenapa warga meminta kembali, ada apa sebenarnya ! bahkan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies untuk memberikan izin akses jembatan dibuka kembali.

Diketahui akses warga sebenarnya bisa memutar jalan namun memang agak sedikit jauh. “Kalo tawuran itu memang sangat menganggu tapi belum tentu warga antara dua wilayah tapi pastinya jika terjadi tawuran pasti merugikan semua pihak,” ujar Yuni (42) warga Johar Baru, Kamis (22/4/21).

“Katanya sih sementara sambil menunggu persetujuan gubernur untuk dirobohkan,” kata Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Maman Suherman saat dihubungi. (21/4/21).

Maman masih berharap jembatan tersebut dirobohkan. Dia juga menjelaskan usaha warga untuk menutup jembatan penghubung antara RW 06 Kelurahan Kampung Rawa dan RW 05 Kelurahan Tanah Tinggi tersebut.

“Karena itu kan udah pernah di tutup juga. Pertama kita tutup pakai pintu besi, itu dikasih pintu kanan-kiri, akhirnya karatan, roboh.

“Terus ditembok, kita beton, akhirnya dirobohin juga,” ujarnya.

Sementara warga lain Dedi menyatakan, bahwa jembatan kembali dibuka, siapa yang bisa menjamin tidak ada tawuran antar warga.

Menurutnya, saat ini cukup kondusif sejak dipasang tembok 2 meter, meski akhirnya warga harus memutar agak jauh saat melintas.

“Jika terjadi tawuran kembali apakah pula para RT RW bisa melerai mereka sesuai harapan harus hidup rukun damai dan siapa yang bertanggung jawab, jika itu terjadi,” tukasnya.

“Ini harus dikaji semua pihak jangan apa sudah menjadi kesepakatan para warga saat itu harus kembali dicabut hanya karena alasan tidak logis dan kongkrit padahal bisa memunculkan merugikan warga lebih luas,” tandasnya.

(Nanorame)

Check Also

Bekerjasama dengan Bank Mandiri, Pengurus Daerah Jalasenastri Armada I Bagikan Sembako dan Tali Asih

Bekasi, sketsindonews – Ketua Daerah Jalasenastri Armada I, Ny. Nisa Abdul Rasyid didampingi Wakil Ketua …

Watch Dragon ball super