Home / Berita / Kemendes PDTT Gandeng Universitas DI Indonesia
Foto: Kemendes PDTT

Kemendes PDTT Gandeng Universitas DI Indonesia

Jakarta, sketsindonews –  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT)  menggandeng tujuh  Universitas di Indonesia untuk  mewujudkan hadirnya Desa Mandiri. Aksinya, akan dibentuk laboratorium desa di beberapa wilayah sebagai percontohan.

Menurut Direktur Jenderal PPMD, Ahmad Erani Yustika, dalam siaran pers Kemendes PDTT, rabu (03/8) kehadiran Laboratorium Desa sebagai hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan model desa berbasis representasi masing-masing wilayah.

“Harapannya desa pilot bisa menjadi sumber inspirasi bagi desa lain untuk mengikuti keberhasilan melalui pengawalan perguruan tinggi,” ujar Erani. Sebagai hasil akhir, diharapkan ada buku panduan yang bisa mengilhami desa lain berproses menuju kemandirian.

Erani menambahkan kehadiran Laboratorium Desa ini mempunyai pelbagai misi. Pertama, kerja kolaboratif antar pembangku kepentingan. Kedua, memastikan kedaulatan desa berpadu dengan corak dan karakter desa.

“Sebagian karakter ini dijadikan sebagai pendiri negara dalam menyusun dasar negara kita,” ujarnya.

Kemudian visi lainnya, kata Dirjen Erani lagi, membuat Desa Mandiri dengan potensinya sendiri dan tidak menganggap modal utama pembangunan desa mesti datang dari pemerintah. Harap mafhum, dalam pandangan Erani, pokok terbesar persoalan desa bukan terletak dari minimnya sumber daya alam atau infrastruktur fisik, melainkan stok pengetahuan yang jauh tertinggal dari kota.  “Kehadiran Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya Kementerian Desa menggapai Desa Mandiri di seantero Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Hanibal Hamidi, Direktur  Direktorat Pelayanan Sosial Dasar (PSD) pada Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Kemendesa PDTT.

“Laboratorium  Desa merupakan upaya strategis dalam mewujudkan mandat menjalankan Nawacita Ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa,” ujarnya.

Kampus digandeng dalam kerja kolaboratif pendampingan Laboratorium Desa. Di antaranya; Universitas Lampung di Provinsi Lampung, Universitas Brawijaya di Jawa Timur, Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah, Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat, Universitas Tadulako di Sulawesi Utara, Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat, Universitas Pattimura di Maluku, serta di penghujung ada Universitas Cenderawasih di Papua.

Laboratorium Desa berupaya menggambarkan bentuk desa yang ideal dari perspektif wilayah. “Hal tersebut sejalan dengan 3 matra pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Hanibal. Pertama, dari sisi keutamaan dan urgensi, memastikan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas lembaga masyarakat (Jaring Komunitas Wiradesa). Kedua, Dari sisi ekonomi, memastikan kolektivitas berbasis potensi lokal (Lumbung Ekonomi Desa), serta ketiga seluruh gerak pembangunan berbasis budaya dan sosial (Lingkar Budaya Desa).

Kehadiran Laboratorium Desa bertujuan menjadikan desa-desa pilot yang telah ditunjuk agar menjadi mandiri dan siap menjadi desa percontohan bagi desa sekitarnya. Terutama dalam pelayanan hal sosial dasar dan budaya. Di setiap wilayah, setiap perguruan tinggi nantinya mengasuh 2 desa sebagai pilot. Kehadiran desa pilot ini diharapkan untuk memudahkan desa lain dalam usaha menuju kemandirian agar saat perlu studi banding tidak perlu harus bertandang menjangkau wilayah lain yang jauh.

Upaya mendongkrak kehadiran jumlah Desa Mandiri lewat Laboratoriu Desa ini, menurut Hanibal, sejalan dalam upaya dengan target Kementerian Desa dalam upaya pelaksanaan pembangunan di 15.000 desa prioritas, mengentaskan 5.000 desa tertinggal serta berupaya meningkatkan 2.000 Desa Mandiri. Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya untuk menggapai target tersebut. (Kemendes)

Check Also

SBY WO Saat Deklarasi Kampanye Damai, Protes KPU Atribut Partai Dukungan

Jakarta, sketsindonews – Acara kampanye deklarasi pemilu damai yang di gelar KPU Nasional dalam rangka mendukung sukses penyelenggaraan pemilu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan lapangan Monas saat acara dimulai.

“Nggak ada, jangan lebay lah,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, ujar Budi Arie Ketua Projo.

Pokoknya itu tidak benar Budi nyarakan, tidak ada provokasi dari pihaknya. Dia memastikan relawannya hanya melakukan deklarasi damai.

deklarasi.kampanye.damai.thamrin.doc

“Nggak ada provokasi, ini kan kampanye damai,” sebutnya.

Sebelumnya, SBY WO karena merasa diperlakukan tidak adil. SBY WO bersama Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono pergi di tengah acara.

 

Ada juga atribut partai pendukung pro-Jokowi yang diprotes SBY. Presiden RI ke-6 itu pun akan melayangkan protes resmi ke KPU.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,”

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemudian meninggalkan acara. SBY akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca merasa pihak KPU telah melanggar aturan yang dibuat oleh lembaga itu sendiri. Yakni terkait tak adanya atribut partai yang dibawa saat acara deklarasi digelar.

“Partai Demokrat protes keras, Pak SBY juga turun dari barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati,” kata Hinca.

SBY pun kemudian menitipkan Partai Demokrat dan Kader yang masih di lokasi kepada Hinca untuk dihandle hingga acara selesai berlangsung. Namun pihaknya belum sempat ikut tanda tangan deklarasi.

“Iya beliau pun langsung titip ke saya selaku Sekjen,” katanya.

Pantauan di lokasi memang ada sejumlah bendera parpol di acara deklarasi tersebut. Padahal menurut PD acara ini harusnya bebas atribut dari partai politik.(nr)

Terkait

Watch Dragon ball super