Saat ini, korban kebakaran ditampung ditenda-tenda pengungsian bekerja sama dengan Kemensos, BPBD dan PMI. Tak hanya itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas juga standby dilokasi.
Bambang menghimbau,masyarakat korban kebakaran diharapkan dapat mengurus surat-surat administrasi tentang kependudukan bisa menghubungi lurah dan camat setempat tanpa dipungut biaya.
” Dari BPBD, Kemen Sosial, PMI dan Puskesmas kesehatan. Warga yang identitasnya tebakar lapor ke lurah dan camat saya punya arsipnya dan kita terbuka saja. Tidak dipungut biaya (surat) saya pastikan tidak ada pungutan,” jelas walikota Jaktim.
Sementara Abu Bakar, Camat Duren Sawit mengatakan batas pengungsian hanya 3 hari dari hari kejadian kebakaran Namun, dia memastikan akan memperpanjang batas waktu pengungsian di halaman kantor kelurahan klender. Mengenai bantuan pakaian menurutnya, pakaian diberikan oleh sesama teman-teman sebayanya.
“Batas pengungsi 3 hari, Kita perpanjang 3 hari lagi sampai hari Kamis. Pakaian dapat bantuan dari teman-teman sekolahnya,” kata Camat, Duren Sawit,Jakarta Timur.
Sekretaris kelurahan menyebutkan, kebakaran rumah warga terjadi di lingkungan RW 13. Dan dia, juga akan mencatat atau mendata warganya yang akan di evakuasi di pelataran kelurahan. Dipastikan olehnya tidak ada korban jiwa akan tetapi kerugian material belum bisa dirincikan .
“Warga akan kita tampung di kelurahan. Nanti kita evakuasi dan kita data, kita hati-hati mendata. Kita ada beri tenda musholah. Warga korban kebakaran di RT 03/16. Jangan sampai ada korban,” singkatnya di kantor Kelurahan, Klender
,” terang Rachman. (Dw)







