Jakarta, sketsindonews – Keputusan Ketua Umum Partai PDIP yang menyandingkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat dalam pertaruhan Pilkada 2017 mendatang tidak menyurutkan langkah Rumah Aliansi Djarot (RADJA) untuk tetap mendukung Djarot. Hal tersebut dikemukakan Koordinator RADJA, Reynhard Jhosua Napitupulu, di Jakarta, Jum’at (28/10).
“RADJA mendukung Ahok-Djarot bukan hanya untuk memenangkan saja tapi mengajak masyarakat kota Jakarta khususnya dan nasional pada umumnya untuk melakukan proses pembelajaran demokrasi dalam proses pilkada hari ini,” ujar pria yang akrab di sapa Bang Jo tersebut.
Bang Jo mencoba mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam memilih pemimpin dan lebih saling menghargai.
“Kita tidak hanya melihat hasil menang dan kalah tapi berusaha meminimalisir efek domino pasca pilkada nantinya, dimana kita cukup tau gesekan-gesekan sosial saat ini sangat membuat kita prihatin,” ungkapnya.
Menurutnya, pesta demokrasi yang lahir pada rezim orde baru merupakan pembodohan.
“Kita cukup tau kata-kata pemilu atau pilkada merupakan ajang pesta demokrasi yang merupakan kata-kata pembodohan yang lahir pada rezim orde baru, dimana saat itu kita sudah tau, dalam pemilu pemenangnya sudah pasti,” tandasnya. (Eky)






