1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Diduga Salah Konsumsi Obat , Pria Alami Luka Bakar Di Sekujur Tubuh

oleh
13.4K pembaca

Karimun, sketsindonews – Suryanata (21) warga Guntung Kabupaten Tembilahan Riau keracunan obat. Usai meminum obat yang diberikan tim medias di daerahnya, seluruh tubuh Suryanata melepuh seperti terluka bakar.

Saat di temui kru sketsindonews.com di ruangan UGD RSU M.sani, Suryanata menjelaskan, awal kejadiannya ia sakit demam kemudian berobat ke posyandu di Pulau Burung. Lalu pihak Posyandu memberinya obat, namun keesokan harinya Ia berobat lagi ke Puskesmas dan diberikan obat lagi.

“Saat pulang berobat dari Posyandu saya diberi dua pil obat lalu saya minum, besok paginya saya berobat ke Puskesmas lagi dan diberi obat 3 pil dan saya minum. Dalam waktu sehari setelah obat diminum tiba-tiba badan saya serasa dibakar,” kata Suryanata saat dirawat di RSUD M Sani, Kamis (24/11/2016).

Gambar

Saiful (69) selaku orang tua korban mengatakan anaknya tersebut bekerja sebagai karyawan di PT RSUP di daerah Guntung yang bergerak dibidang pengolahan kelapa.

Saiful berharap pihak pemerintah setempat dapat memberi bantuan biaya. Memang untuk pengobatan di rumah sakit anaknya mendapat jaminan dari perusahaan.

“api sampai saat ini pihak perusahaan tidak pernah menjenguk,” ucap nya dengan wajah sedih.

“Kami ini bukan orang mampu , perobatan seperti ini butuh banyak biaya, untuk biaya makan sehari-hari saja sudah susah. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah dan juga masyarakat,” tambahnya lagi.

Selain itu, Saiful juga mengatakan anaknya sangat membutuhkan donor darah golongan darah B untuk penyembuhannya.

Terpisah, Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Zulhadi ketika dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, Suryatna dirawat intensif oleh dokter spesialis kulit dan spesialis penyakit dalam.

Zulhadi menjelaskan kondisi Suryatna disebabkan reaksi satu atau dua jenis obat yang berlebihan. “Penyebab dia seperti ini karena adanya reaksi satu dan dua obat secara berlebihan. Namun, seperti apa kondisi yang dialami pasien, lebih jelasnya diketahui oleh dokter spesialis. Dokter spesialis datang jam 9 besok (hari ini,red), teman-teman wartawan silakan datang saja kesini,” ujarnya. (Nhata)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap