Jakarta,sketsindonews – Keberadaan rumah kost dan warnet di Kelurahan Kemayoran Jakarta Pusat dalam operasi, ternyata banyak warnet tak berijin selain menjadi tempat mangkal anak putus sekolah.
Menurut Sekertaris Kelurahan Kemayoran Elis Sugiarti kepada sketsindonews usai operasi mengatakan, sebanyak anak usia SD bermain internate games sebagai kebutuhan.
Mereka terdiri 4 laki-laki (SD) dan 1 perempuan (SMP), setelah diinterogasi mereka kebanyakan anak putus sekolah akibat “Broken Home” karena perceraian orang tuanya, ujarnya.(7-12-2016)
Kondisi mereka akhirnya kita teruskan kepihak Sudin Sosial Jakarta Pusat untuk di lakukan pembinaan, yang nyatanya mereka ingin sekolah kembali seperti anak-anak lain.
5 usaha warnet di RT 04,RT 06 RW 05 Kelurahan Kemayoran rata-rata mempunyai 10 computer yang beroperasi, selanjutnya kami periksa secara administratif.
Hampir sebagian tak punya ijin usaha warnet yang keberadaan ditengah lingkungan yang sulit diketahui oleh tim operasi, papar Elis.
Yah mereka hanya ijin RT saat kami periksa kepada pihak pemilik (usaha), tambah Elis.
Secara terpisah Lurah Kemayoran Bangun Manalu mengatakan, hasil operasi ini terkait ijin warnet harus segera di indentifikasi untuk ijin usahanya, ucapnya.
Maka keberadaan registrasi secara administrasi harus diurus ke PTSP untuk segera di buat bagi pemilik usaha warnet.
“Selain itu kami juga periksa rumah kost 12 kamar, dimana diketemukan warga daerah 6 orang bukan warga DKI untuk kami data dan diberikan SKDS, tutup Bangun. (Nr)











