Jakarta, sketsindonews – Repleksi cinta lingkungan dalam manifestasinya adalah suatu gerak dalam menjaga keseimbangan alam dan manusia, tutut Joko Sardjono Aktivis Lingkungan Hidup Kebon Mandiri Kemayoran.
Kami ciptakan ini sebagai sumber pembelajaran dan memperdayaan lingkungan, serta edukasi bagi pecinta lingkungan, imbuh Joko.
Inilah kebon paling aneh
Dimana keserakahan dimapankan
Kekuasaan dikerucutkan
Kemunafikan dibudayakan
Telinga telinga disumbat harta dan martabat.

Mulut mulut dibungkam iming iming dan ancaman
Selama ini di kebon ini
Warga hanya bisa mengintip masalah yang dibicarakan
Menghabiskan anggaran
Oleh entah siapa…
Engkau abaikan pamong kebon ini
Engkau katakan ini tempat yg kami kelola hanya lintasan
Anginpun menjadi badai
Matahari bersembunyi
Bulan dan bintang tenggelam
Burung burung mati
Bunga bunga layu sebelum berkembang..
Dan tembang menjadi sumbang
Undang undang Negeri menjadi tak indah lagi
Engkau langgengkan keputusanmu
Yang tersisa tinggal doa
Dalam rintihan, tersia sia
Untunglah Allah Yang Maha Tahu
Masih berkenan memberi waktu
Di kebon ini,
Telah menyingsing fajar
Jangan tunggu, ambil posisimu
Proklamasikan kembali
Kemerdekaan kebon ini menjadi beragam Kemayoran..
Kami bukan etnis tertentu tapi hakekat pluralisme anak Kemayoran yang utuh tanpa iming – iming.
Tapi pilihan Anak Kemayoran yang tak ingin terkotak dalam kekinian, tapi tetap menjaga leluhur
Sebagai Anak Bangsa, pertama dan terakhir dalam mendorong sejarah tanpa usang…..
(Nr)











