Gara Gara Lintasan KA Senen Ditutup Pedagang Poncol Mulai Colaps

oleh
17K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Aspirasi yang di sampaikan Forum Peduli Warga Lintasan dan Pedagang Poncol (FPLPP) terdiri dari warga Bungur dan Tanah Tinggi menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka akses lintasan Kereta Api sebidang yang terletak di Jalan Soeprapto stasiun KA Senen.

Dalam tatap muka perwakilan yang berjumlah 20 orang meminta kepada Pemkot Jakarta Pusat Mangara Pardede untuk mengkaji ulang kebijakan pemerintah DKI terhadap penutupan lintasan KA sebidang untuk dapat dibuka kembali bagi kepentingan warga dan para pedagang poncol dalam rapat dengar pendapat diruang rapat Walikota Jalan Tanah Abang I tadi siang, Kamis 30-03-2017.

doc.sketsindonews.com

Gambar

Dalam tatap muka pimpinan delegasi FPLPP Selamet Riyadi mengukapkan, dampak dari penutupan perlintasan kereta dengan isu berkembang menjadi penutupan dua sisi akan berdampak luas terhadap kehidupan sosial ekonomi warga sekitar, pedagang poncol, ungkapnya.

Kini, warga dan pedagang tak mempunyai akses dalam melakukan aktivitas ekonomi rakyat warga sekitar, selain juga merosotnya omzet pedagang poncol yang sudah mulai tidak laku.

Kami awalnya sudah melayangkan surat 2 bulan sebelumnya dan bertemu dengan Wagub Djarot sebelum mangkat cuti, pihak kami menceritrakan kondisi dampak pasca ditutupnya lintasan jalan KA.

Beliau berjanji untuk pemerintah DKI Jakarta mencari solusi atas nasib warga serta para penggiat ekonomi, ujar Riyadi.

Walikota Jakarta Pusat Mangara yang di dampingi Wakil Walikota Bayu Megantara menjelaskan, sejak awal kami sudah mengangkat persoalan ini sebelum adanya pengaduan warga pada tingkat rapim Gubernur kami sudah perjuangkan dampak sosial ekonomi dari ditutupnya perlintasan KA sebidang, paparnya.

Ada 3 poin yang kami sampaikan, yakni persoalan jalan warga terjadi menjadi lintasan alternatif, dampak omzet pasar poncol dan masalah akses kesehatan warga bagi jalur traffic yang ditutup. Begitu pula diketahui bahwa penutupan lintasan sebidang ternyata merupakan kebijakan Nasional Dirjen Kereta Api sesuai dengan UU Kereta Api, ujar Mangara.

“Kami juga sudah sampaikan untuk mengkaji ulang kebijakan Dirjen Kereta Api kepada Provinsi DKI baik terhadap alternatif under pass (fly over) agar akses jalan lintasan tidak terjadi penumpukan macet.”

Kalo warga kami pasti bela, ulang Mangara. Tapi persoalan untuk membuka lintasan sebidang menjadi kewenangan pemerintah pusat cq. Dirjen Kereta Api.

Ada sejumlah lintasan yang nantinya akan ditutup pihak Dirjen Kereta Api di Jakarta Pusat, Jalan Administrasi Negara I (LAN), Jalan Gunung Sahari Raya dan perlintasan Benhil serta Tebet Pejompongan.

Sementara Liliana (45) penggiat ekonomi poncol menegaskan, kami harap pemda DKI untuk membongkar tembok lintasan sepanjang 12 M demgan tinggi sekitar 2 M agar kembali kami dapat hidup, kalo begini caranya pasar poncol bisa kolap dan kami sudah tak bisa hidup, harapnya.

Kalo mau perlintasan itu ditutup seharusnya sudah ada solusi alternatif akses jalan, ini sama saja pemerintah Dirjen Kereta Api hanya mementingkan target quota penumpang yang diharapkan mencapai 200 ribu pertahun, sementara pengorbankan penataan dampak sosial ekonomi warga sekitar dan kepentingan jalan publik, tegas Lili.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap