Yogyakarta, sketsindonews – Pangkalan udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta menggelar simulasi pertahanan pangkalan (hanlan) di lanud setempat dan lapangan terbang Gading Playen, Gunungkidul, Rabu (17/5). Kegiatan ini melibatkan 110 personil yang berasal dari satuan samping yang ada di Lanud Adisutjipto Yogyakarta.
Kadisops Lanud Adisutjipto Kol Pnb Dedy Susanto mengatakan selain sebagai kegiatan tahunan, simulasi ini sekaligus untuk merefresh kembali, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing satuan.
Terutama jika ada hal-hal yang mengancam keutuhan pangkalan ini. Apalagi banyak aset TNI AU yang harus diamankan. Terutama obyek vital yang ada di Lanud Adisutjipto.
“Untuk itu, dalam simulasi ini tidak hanya untuk ancaman vertikal maupun horizontal, namun darimana saja yang dianggap sebagai ancaman,” ungkap Dedy.
Dedy menjelaskan dalam simulasi ini melibatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) perorangan dan anti serangan udara. Baik senjata laras panjang dan SS2.
Sedangkan secara umum, untuk keamanan masih terkendali dan belum ada ancaman besar. Namun militer tetap harus siap. Sehingga kemampuan dan ketrampilan harus ditingkatkan.
“Karena itulah maka kemampuan harus direfres dan dilatih,” papanya.
Kasi keamanan pertahanan pangkalan (Kamhanlan) Lanud Adisutjipto Mayor Pas Indra Peri Lubis menambahkan untuk latihan di Lanud, terutama dalam hal kesiapan prajurit dan alutsistanya.
Fokus dalam latihan ini, yaitu pengecakan pasukan dan perlengkapan, pelajaran bongkar pasang senjata, teori taktik regu, pleton dan kompi seeta drill lertempuran regu, pleton dan Kompi.
“Untuk di Lapangan Gading fokus pada patroli, pengintaian sasaran dan perebutan pangkalan,” paparnya.
Kegiatan di lapangan terbang Gading berlangsung dua hari, Kamis-Jumat (18-19/5). Untuk hari pertama simulasi patroli dan pengintain sasaran hari kedua perebutan pangkalan.
Reporter: Kumara







