1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Usai Lebaran Harga Harga Kebutuhan Pokok Belum Stabil di Pasar Tradisional

29.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Idul Fitri sudah berlalu sepekan. Harga-harga sejumlah bahan pangan, seperti sayuran, yang seringkali bergejolak naik turun sebelum dan sesudah Lebaran tak terjadi pada tahun ini belum ada stabil harga.

Sumi, salah seorang pedagang sayur Pasar Klender, Jakarta Timur, mengungkapkan hampir tak ada perubahan harga saat ini jika dibandingkan dengan bulan Ramadan lalu. Hanya buah mentimun yang mengalami lonjakan harga.

“Kalau saya bilang semua sayuran itu stabil harganya. Kecuali timun saja yang naiknya sampai 3 kali lipat. Kayak bawang merah masih Rp 35.000/kg, dulu juga segitu. (Cabai) rawit juga masih standar Rp 45.000/kg. Yang mahal timun saja, dari biasanya Rp 7.000/kg sekarang saya jualnya Rp 20.000/kg,” kata dia. Minggu (2/7/2017).

Gambar

Dia mencontohkan, jenis sayuran lainnya yang lumrah dicari pembeli juga masih terbilang normal seperti kentang Rp 18.000/kg, tomat Rp 10.000/kg, dan wortel Rp 10.000/kg.

“Kacang panjang malah turun. Sekarang harganya Rp 25.000/kg, kemarin sempat mahal. Tahun ini lebih baik kalau harga sayur,” tambah Sumi.

Selain sayur-mayur, harga sejumlah bahan pokok seperti beras, telor ayam ras, dan minyak goreng juga terbilang masih stabil.

Haji Narto, pedagang sembako Pasar Klender mengungkapkan, dirinya belum melihat perubahan harga sebelum dan pasca Idul Fitri.

“Masih belum ada yang berubah. Kayak minyak goreng masih saya jual Rp 14.000/liter yang kemasan, kalau curah Rp 12.000/liter. Masih sama harganya,” tutur Narto.

Bagaimana Harga Ayam Potong

Meski Lebaran sudah lewat sepekan, harga daging ayam belum juga mengalami penurunan harga. Seperti di Pasar Klender, Jakarta Timur, harga daging ayam ras masih dibanderol seharga Rp 45.000/ekor untuk berat kisaran 1,4 kg.

Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) , Achmad Dawami menjelaskan, saat ini memang ada kekurangan stok ayam pasca Lebaran. Sehingga membuat suplai ayam berkurang drastis pasca Idul Fitri.

“Jadi memang ada stok yang berkurang. Karena sebelum Lebaran banyak sekali permintaan ayam, makanya banyak ayam yang belum seharusnya dipanen, dipotong saat mau Lebaran, karena harganya saat itu juga sedang bagus. Dampaknya ayam yang harusnya panen setelah Lebaran, sekarang sedikit karena sudah dipotong duluan,” kata Dawami di lansir detik.

redaksi

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap