Jakarta, sketsindonews – Kunjungi Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Jumat (15/9). Perwakilan warga yang tinggal di Jl. Pulogebang, Gang Beo, Jakarta Timur adukan perkara tanah serta kekerasan yang mereka terima.
“Kita mau adukan perkara tanah, yang sampai saat ini ga jelas penyelesaiannya, bahkan walikota yang kita harapkan juga tidak pernah memberikan solusi bahkan tidak pernah menemui kita,” ujar Pengurus Paguyuban Gang Beo, Dingot Naibaho, saat menunggu perwakilan lain yang sedang konsultasi di Komnas Perempuan.
Dia merasa aneh, kepada pihak-pihak terkait, seperti Lurah Pulogebang dan Walikota Jakarta Timur yang menurutnya terkesan membela pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah. Padahal, menurutnya tanah tersebut telah ditempati warga puluhan tahun.
“Orang yang ngaku sebagai pemilik tanah aja ga pernah keliatan, ga pernah nunjukin bukti kepemilikannya juga. Pas mediasi aja dia ga hadir, itukan aneh,” ucapnya.
“Tapi ko Lurah sama Walikota terkesan diam aja. Untuk itu semoga aja Komnas HAM bisa bantu kita,” tambahnya.
Terkait pengaduan ke Komnas Perempuan, pria yang akrab disapa Bang Naibaho ini mengungkapkan bahwa sebelumnya telah terjadi kekerasan kepada ibu-ibu yang mencoba menghalangi beberapa preman yang mencoba memasuki wilayah sengketa.
“Ada ibu-ibu yang sampe di cekik, trus udah buat laporan ke Polsek Cakung, tapi sampe sekarang ga ada tindakan apa-apa,” ungkapnya.
Jika tetap tidak ada perkembangan, dia berjanji akan melaporkan kekerasan tersebut ke Propam. “Kalau masih jalan ditempat, kita mau langsung ke propam aja,” tutupnya.
(Eky)






