Jakarta, sketsindonews – Kawasan warga pinggiran kali Krukut yang terdiri 35 RT yang meliputi RW, 12, 13,14,15 dan RW 16 Kelurahan Kebon Melati Kecamatan Tanah Abang diberikan sosialisasi mengenai OTT (Operasi Tangkap Tangan) bagi pelanggar perda buang sampah di kali Krukut, di kantor Kelurahan Kebon Melati. (20/9).
Sebanyak 50 lebih warga sekitar serta tokoh masyarakat langsung di edukasi oleh pemerintah Kelurahan yang didampingi pihak Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta dengan tujuan program OTT merupakan penegakan serta pengawasan kali Krukut menjadi percontohan kali bersih di lingkungan penduduk padat, ujar Lurah Kebon Melati Dedy Budianto kepada sketsindonews. com.
Menurut Dedy, ini sebuah upaya, dimana diketahui Kali Krukut hingga saat ini terjadi pendangkalan oleh sampah. Walaupun kawasan ini tidak mengalami banjir saat hujan lebat karena kawasan lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
ini pilot proyek dari Dinas Kebersihan, ucapnya. Sehingga perlu penguatan antar lini termasuk kesadaran masyarakat lingkungan dalam mendorong perubagan ekosistem wilayah, terang Dedy.
Bagi pelanggar nantinya akan dikenakan denda sebesar 500 ribu bila diketahui petugas OTT, ini dalam mewujudkan efek jera agar tidak lagi pembuangan sampah di Kali.
Selain itu tambah Dedy, pihak pemerintah DKI UPK Badan Air juga memfasilitasi sebanyak 500 ribu karung bagi warga yang nantinya distribusikan bagi kebutuhan sampah, selain 2 gerobak kami tempatkan di tiap jembatan lontar dan jembatan lontar atas.
Secara bersamaan Camat Tanah Abang Dedy Arif Darsono yang acap dipanggil DAD menambahkan, dengan adanya OTT sampah kami anggap ini sangat positif. Namun demikian program ini sebagai pilot proyek harus dipenuhi pengawasan yang melekat dari barbagai pihak dalam rangka mewujudkan warga pinggiran kali cinta kali bersih, ucapnya.
Denda atau tipiring harus jelas secara administratif kaitan sistem metodik nya, itu kan kewenangan Dinas Kebersihan dalam menyiapkan aparatur, tegas DAD.
Dilain pihak Kepala Dinas Kebersihan dan Limgkungan Hidup Isnawa Adji dalam rilisnya mengatakan, upaya ini menjadi dorongan dari pihak kami dalam melakukan program secara nyata, ungkapnya.
Kami hanya meminta doa dan dorongan moril sehingga OTT ini dapat berjalan dengan sesuai target pada titik kawasan kali maupun kawasan lain, dimana masyarakat dapat mentaati dari sosialisasi yang kami lakukan, ucap Adji.
Wahyudi salah satu warga menyatakan, kami berharap program ini bukan hanya di jalankan saja, akan tetapi secata fasilitas kebutuhan warga juga harus dipenuhi sarana yang ada.
“Warga Kebon Melati perlu gerobak motor kok, selain para petugas sampah RKSM (Regu Kebersihan Swadaya Masyarakat) diberikan tunjangan oleh Pemprov DKI yang dulu sempat dijanjikan seperti anggota PPSU”, pintanya.
Mana janji itu, biar kami selaku warga tak menjadi beban dari sumber yang ada dapat dimanfaatkan dialihkan pada sektor lain termasuk pengadaan sarana lain dalam mendukung OTT sampah, tutup Yudi.
reporter : nanorame








