1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Akibat Penutupan Rel KA Sebidang, Warga GSS Protes Jalan Lingkungan Dilintas Kendaraan Umum

4.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Penutupan rel kereta sebidang di Jalan Angkasa yang dilakukan kementrian Perhubungan Dirjen Darat Kereta Api mengakibatkan kawasan jalan lingkungan di penuhi arus kendaran roda dan empat untuk mengambil jalan alternatif.

Menurut warga Shanti (30) warga Gunung Sahari dirinya akan lakukan protes terhadap penutupan rel, yang berakibat jalan rel menuju jalan Bungur 17 yang merupakan jalan lingkungan dipenuhi kendaraan, tuturnya.

“Ini termasuk Angkasa Dalam 7, jalan Spor IV, Bungur Besar 17, Gang sawo, gang mangga jalan lingkungan yang meliputi RW 02, 03, 04, 05 dan 01 terlewati kendaraan umum para pelintas.” (24/10)

Gambar

Kemungkinan anak anak kami menjadi terancam rawan kecelakaan oleh arusnya kendaraan di jalan lingkungan, selain space jalan adanya penyempitan.

Kebijakan ini sungguh tidak pupulis bagi warga sehingga nyawa kami juga terancam oleh adanya dampak ini, ujar Shanti.

Pantauan sketsindonews.com jalan utama menjadi menjadi macet dari mulai sore hingga malam pukul 22.00 seperti jalan Gunung Sahari, Jalan Garuda menuju Kemayoran, hingga menuju Jalan Senen Raya.

“Ini pemerintah bikin sengsara warganya, gara gara rel di tutup semua lini jalan macet, udah gak ada petugas Dishub dan Polisi mengatur lagi, ujar Radit (25) yang kerap melintas pulang kerja melewati jalan Garuda.

Dirinya sangat kesal hingga kami tak lagi nyaman karena merebut macet, padahal sejak tidak adanya penutupan rel kereta tak seperti ini rekayasa jalan tak berjalan seharusnya ini perlu di kaji ulang, ujar Radit dengan nada kesal.

Sementara Sis tokoh warga Gunung Sahari Selatan mengomentari, “Saya atau kita termasuk di dzholimi karna kita menerima dampaknya macet gak bisa keluar rumah, ujarnya

Yang jelas penutupan tidak ada manfaatnya justru membuat warga sengsara saya minta katanya penutupan sifatnya sementara kalo sementara bisa dicabut.

Mana janjinya, ucap Sis. ” Janjinya Dishub DKI dalam mengatur rekayasa jalan bisa belok kiri bisa langsung tapi jalur pembatas belum di bongkar karena kalo pembatas yang keluar dari trowongan langsung bisa kekiri itu masih bisa membantu kemacetan”, tegas Sis.

Kami akan turun kejalan dan minta jalur lama dibuka dalam mengatasi ketidak adilan hingga jalan lingkungan kami menjadi terancam atas keselamatan bagi anak – anak kami, tutup Sis.

reporter : nanorame

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap