1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Anggota MAKOHANUDNAS Terima Ceramah Siraman Rohani

oleh
Personel Markas Kohanudnas tengah mendengarkan ceramah agama dari KH Amir Mahmudi dalam acara siraman rohani bagi anggota Makohanudnas yang beragama Islam di Masjid Baiturohman, Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (1/8). (Foto : Pen Kohanudnas.)
13.9K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Guna memelihara semangat dan kinerja dalam tugasnya, staf Pembinaan Mental Markas Kohanudnas mengagendakan acara siraman rohani setiap minggu pada Hari Rabu (01/8) pagi bagi anggota yang beragama muslim di Masjid Baiturohman, Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sebelum kegiatan siraman rohani dilaksanakan, didahului dengan pelaksanaan sholat sunnah dhuha dan pembacaan Surat Ar Rohman yang dipandu oleh PNS Muhammad Amin.

Tampil sebagai penceramah KH Amir Mahmudi yang mengingatkan kepada personel Markas Kohanudnas tentang pentingnya berbuat baik saat hidup di dunia, agar kelak memetik hasilnya setelah meninggalkan alam yang fana ini.

Gambar

“Ditambahkannya sebaik-baik bekal manusia untuk menuju alam akhirat adalah dengan taqwa,” pesan KH Amir Mahmudi.

Taqwa adalah melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-larangannya, agar bisa bertaqwa, di antaranya kita harus mengikuti sunnah-sunnah Rosullulloh Muhammad SAW dan segala perbuatan sholehnya.  Untuk bisa beramal sholeh, manusia wajib berilmu.

Dijelaskan bahwa ada tujuh tahapan agar manusia bisa memperoleh ilmu sehingga dapat beramal sholeh dan mencapai derajat taqwa pertama, mendengar ilmu yang diajarkan, kedua melihat ilmu yang dipraktekkan, ketiga menulis ilmu ketika di ajarkan/belajar, keempat membaca ilmu-ilmu dari berbagai kitab/sumber ilmu, kelima, memahami ilmu setelah diketahui, keenam menghapalkannya dan ketujuh mengamalkan dengan istiqomah.

“Ilmu itu susah didapatkannya, apabila sudah dapat hendaknya diikat dengan kuat-kuat. Mengikatnya antara lain dengan mencatatnya, istiqomah dalam mengamalkannya dan menjauhi segala perbuatan yang tercela,” jelas KH Amir Mahmudi.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap