1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Karya Film Jadi Obyek Politisasi, Ini Kata Anang

oleh
3.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 berbagai aspek tak luput dari obyek politisasi. Tak terkecuali di karya film di Indonesia. Mestinya, film ditempatkan sebagai karya seni yang menjadi bagian dari pemajuan kebudayaan di Tanah Air.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menyoroti praktik cyberbully yang menimpa Hanum Rais terkait dengan penayangan Film Hanum Rangga di bisokop yang bebarengan dengan film The Man Called Ahok di jaringan bioskop 21.

“Saya menyesalkan jika karya seni dijadikan obyek politisasi apalagi mengarah pada cyberbully. Sudahi politisasi pada karya seni,” kata Anang di Jakarta, Kamis (15/11).

Gambar

Menurut dia, karya seni seperti film semestinya ditempatkan dalam ruang kebudayaan yang jauh dari politik praktis berjangka pendek.

Ia menyinggung peristiwa yang dialami Hanum Rais semestinya tidak boleh terjadi. “Jangan hanya karena perbedaan pilihan politik, lalu karya seni seseorang dijadikan obyek bully. Mohon hentikan praktik ini,” harapnya.

Anang menyebutkan karya seni melampaui warna bendera, aliran politik serta pilihan politik.

Justru melalui seni, imbuh Anang, politik kebangsaan dapat disalurkan melampaui sekat-sekat perbedaan.

“Pesan Bung Karno cukup tegas dan jelas melalui trisaktinya yakni berkepribadian dalam kebudayaan. Kita juga memiliki UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” tandas Anang.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap