Herry Dahana: Indonesia Butuh Persatuan untuk Hadapi Tantangan Global di Era Prabowo

oleh
Ilustrasi persatuan nasional dan stabilitas pemerintahan. Dukungan seluruh elemen bangsa dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan nasional serta menghadapi tantangan ekonomi, geopolitik, dan keamanan global di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
6.8K pembaca

Mantan Deputi Politik dan Strategi Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI 2022, Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara atau Herry Dahana, menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut anggota Dewan Pembina PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) tersebut, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, dinamika geopolitik internasional, konflik antarnegara, hingga maraknya penyebaran disinformasi di ruang digital.

“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia membutuhkan stabilitas. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai berkembang menjadi konflik yang melemahkan persatuan bangsa,” ujar Herry Dahana, Minggu (14/6/2026).

Ia menilai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan nasional secara menyeluruh, meliputi bidang politik, keamanan, sosial, hingga pertahanan negara.

Menurut Herry, keberhasilan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut tidak hanya bergantung pada Presiden semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah perlu terus dikawal, namun pada saat yang sama seluruh komponen bangsa juga harus memberikan ruang bagi Presiden untuk menjalankan agenda strategis demi kepentingan rakyat,” katanya.

Kritik Harus Bersifat Konstruktif

Herry menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan dan memperkuat jalannya pemerintahan, bukan justru melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Ia mengingatkan bahwa banyak negara mengalami kemunduran bukan karena ancaman dari luar, melainkan akibat perpecahan internal dan melemahnya kohesi sosial.

“Ancaman terbesar sering kali muncul ketika bangsa kehilangan persatuan dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai pengaruh dari luar,” ujarnya.

Waspadai Disinformasi dan Intervensi Asing

Dalam kesempatan tersebut, Herry juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, khususnya terkait isu-isu politik dan keamanan nasional.

Menurutnya, berbagai tudingan mengenai intervensi asing maupun upaya destabilisasi harus disikapi secara rasional, berdasarkan fakta, serta melalui proses verifikasi yang jelas.

“Sikap yang paling bijak adalah tetap waspada terhadap potensi intervensi yang merugikan kepentingan nasional, tidak mudah menerima informasi tanpa verifikasi, mendorong transparansi sumber pendanaan organisasi dan media, serta menjaga persatuan agar bangsa ini tidak mudah dipecah oleh isu politik maupun disinformasi,” jelasnya.

Persatuan Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Herry menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.

Menurutnya, persatuan nasional menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat, pemerintahan yang stabil, dan dukungan seluruh rakyat. Persatuan nasional adalah modal terbesar bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Herry optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global apabila seluruh komponen bangsa menjaga semangat gotong royong dan persatuan.

“Bila bangsa ini bersatu, Indonesia akan mampu melewati berbagai ujian. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap