Teror KKB, Frans: Pembangunan Di Papua Harus Tetap Dijalankan

oleh -62 Dilihat
oleh
(Kiri) Ketua Barisan Merah Putih, Willem Frans Ansanay mengenakan Kemeja Putih list Merah saat menghadiri Rembuk Nasional Aktivis 98, Minggu (01/7).

Jakarta, sketsindonews – Ketua Barisan Merah Putih DKI Jakarta, Willem Frans Ansanay mengungkapkan turut berduka cita atas tragedi yang terjadi di kawasan Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember 2018 lalu.

“Pertama saya turut berduka cita atas tragedi yang menelan korban tersebut, semoga korban dan keluarga korban mendapat yang terbaik,” ucap Frans, saat dihuhungi, Jumat (14/12).

Atas kejadian tersebut, Frans berharap agar semua pihak bisa lebih tenang dan tidak memperkeruh suasana, terlebih agar semua pihak tidak mengkait-kaitkan kejadian tersebut kerana politik, mengingat tahun ini adalah tahun politik.

Gambar

“Kita serahkan kasus ini kepada TNI-Polri, biarkan mereka melaksanakan tugasnya, kita percayakan kepada mereka,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para Korban, kejadian yang membuat hilangnya nyawa karyawan PT Istaka Karya tersebut seharusnya menjadi pelajaran untuk pemerintah serta penerima proyek dalam menjalankan pembangunan di Papua.

“Harus ada evaluasi khusus, karena kita warga Papua sudah cukup lama merasakan tertinggal dari kota-kota lain di Indonesia, terlebih kejadian tersebut terjadi sehari peringatan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2018,” sarannya.

Lebih lanjut, Frans juga menyetujui pernyataan Staf Khusus Presiden Bidang Urusan Papua, Lenis Kogoya yang menyarankan untuk melibatkan warga setempat dalam pekerjaan di Papua, bisa sebagai pengawas atau bagian-bagian lainnya.

“Karena warga setempat juga butuh pekerjaan dan hal tersebut juga akan membuat mereka merasa lebih dihargai,” ujarnya.

Terakhir, untuk pembangunan Papua yang lebih maju lagi, Frans berpesan agar pembangunan tetap dijalankan.

Sebab menurutnya, jika pada wilayah pegunungan sudah terdapat infrastuktur yang dapat menghubungkan setiap kabupaten, maka wilayah tersebut siap menjadi Provinsi baru.

“Provinsi yang dibangun dengan pendekatan budaya masyarakat setempat, dan atas langkah ini sudah sepantasnya kita mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Teror Kelompok Kriminal Bersenjata di Nduga terjadi setelah peringatan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2018. Aksi kelompok tersebut membuat beberapa pekerja proyek Trans Papua yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga kehilangan nyawa.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.