1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Denny Siregar : Secangkir Kopi Panas Embusan Pesimis Hasil Pemilu 2019

7.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sebuah tulisan sambil menghirup secangkir kopi panas di sajikan oleh Denny Siregar pengarang Buku Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Dalam tulisan itu begitu realistis untuk kita analisa menjadi renungan bahkan sumbet kekuatan inlelijen dalam menggiring sebuah opini bagi masyarakat cerdas apa yang terjadi saat ini dalam melihat frame kondisi Indonesia dalam pentas demokrasi rakyat 2019.

Dalam tulisan itu begitu sederhan membuat orang juga berfikir gamang, apa iya bahwa pertarungan polituk bisa saja membuat skeptis hasil akhir sebuah produk pemilu dalam memilih peminpin Nasional.

Gambar

Belajar Dari Venezuela

Begitu teriak seseorang pada saat kemenangan Nicholas Maduro, Capres petahana dari Venezuela. Suara itu adalah letusan dari kecurigaan yang sudah dibangun sejak lama. Dan meledaklah Venezuela dengan bentrokan keras dengan banyak korban karena kelompok yang kalah menuding Maduro curang.

Dan AS pun bersuara sama menuduh Maduro curang. Mereka juga membekukan aset Venezuela di luar negeri sebagai bagian dari keterlibatan mereka dalam Pemilu kali ini.

Apa yang terjadi di Venezuela, negara di ujung utara Amerika Selatan, punya pola-pola yang mirip dengan di Indonesia. Bangunan-bangunan kecurigaan bahwa “Pemilu curang” sedang ditata.

Tercecernya E-KTP dan berita hoaks tentang 7 kontainer berisi kotak suara yang sudah dicoblos bukanlah sebuah kecelakaan, tetapi sebuah rancangan yang sedang disusun secara sistematis.

Tujuannya adalah mendiskreditkan pemerintah dan KPU sebagai penyelanggara Pemilu bahwa mereka tidak netral.

Bisikan-bisikan ketidakpercayaan pada Pemilu kali ini digerakkan jauh-jauh hari, melalui mimbar-mimbar keagamaan, majelis-majelis, melalui ustaz-ustaz politik yang sibuk mencari makanan sisa dari situasi terkini.

“Hanya kecurangan yang akan mengalahkan kita!!” Kata-kata ini dipompakan berulang-ulang supaya umat percaya bahwa Pemilu akan curang. Inilah strategi Firehose of Falsehood yang sedang digarap dengan teknik militer oleh sekelompok orang.

Untuk apa semua itu? Jelas untuk membangun kerusuhan. Bentrokan antar masyarakat sebelum pencoblosan yang akan menaikkan elektabilitas paslon tertentu bahwa negeri ini di tangan sipil tidak akan aman, harus kembali ke tangan militer.

Embusan-embusan pesimis sudah dibangun layaknya gas yang dilepaskan dan baunya menusuk hidung. Tinggal memberinya sedikit jentikan api, maka terbakarlah.

“Jangan main-main…,” kata Moeldoko, mantan Panglima TNI. Instingnya sebagai seorang yang sangat hapal situasi lapangan, membaui bahwa ada pola-pola militer yang sedang diterapkan. “Silakan main, kita juga akan mainkan…,” gertaknya.

Moeldoko patut geram, karena model-model begini bukan saja akan merusak kepercayaan terhadap Pemilu yang demokratis, tetapi juga akan merusak kepercayaan investor sehingga berdampak pada ekonomi saat Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk pembangunan.

Pemilu kali ini, yang dari permukaan terlihat seperti air tenang, di bawah sedang bergolak laksana lava yang siap membuncah.

Secangkir kopi diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Pemilu.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap