Jukir Parkir Online DKI di Bubarkan Tata Kelola Tak Professional

34.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Akhirmya Kepala Up Perpakiran DKI Jakarta Moh Faisol membubarkan jukir parkir berbasis online yang sebelumya di gagas mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

Jukir parkir aplikasi ternyata hingga saat ini bukan hanya tidak efektif namun juga peningkatan hasil pendapatan parkir terus menurun selain income para jukir semakin tak jelas.

Kepala Up Perpakiran Moh Faesol hari ini secara resmi membubarkan aplikasi jukir online terkait pendapatan parkir terus mengalami droping, ujar sumber di terima sketsindonews.com.(1/4)

Gambar

Para jukir parkir saat di temui menyatakan saat setuju dengan Kepala Up Perpakiran DKI membubarkan sistem ini karena juga tak bermanfaat, ujarnya salah satu jukir di kawasan Kelapa Gading.

“Kami dituntut target satu sisi pendapatan kami semakin tak jelas selain juga insentif kerja tak ada karena pendapatan parkir terus menurun selain tata kelola tidak professional.”

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerima pengaduan para perwakilan juru parkir (jukir) berbasis aplikasi yang datang ke Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat beberapa bulan yang lalu.

Para jukir mengeluhkan karena keberadaan aplikasi parkir membuat penghasilan mereka semakin rendah.

Anies mengatakan pendapatan para jukir terus mengalami penurunan semenjak sistem aplikasi jukir diterapkan di DKI Jakarta.

Mereka pun meminta agar Anies dapat memperhatikan nasib para jukir.

“Menurut mereka sebelum pakai aplikasi dan sesudah pakai aplikasi sekarang lebih rendah. Saya bilang saya dengarkan, terima kasih, nanti akan dicek,” kata Anies.

Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 188 Tahun 2016 tentang Tempat Parkir yang Dikelola Pemerintah Daerah, besaran persentase bagi hasil pun dibedakan sesuai kawasan mulai dari 25 hingga 60 persen.

“Mereka mengeluh karena ada perbedaan perlakuan antara penerimaan yang diterima oleh mereka (40 persen dari gross income) dengan jukir lainnya di kawasan lain yang sama sama berbasis aplikasi pengelolaannya.

Kawasan lain ada 60 persen,” ungkap Ivan velentino wakil Dinas Up Perpakiran DKI Jakarta

Pihaknya terus mengkaji kebijakan aplikasi parkir dalam tahap uji coba waktu itu setelah kajian selesai maka kita putuskan aplikasi jukir online untuk dibubarkan, ujarnya.

nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap