Jakarta, sketsindonews – Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H rencananya berlangsung selama 2 hari ternyata sepi dari khlayak ramai.
Padahal bazar PKT Tingkat Kecamatan di ikut sertakan dalam perhelatan tersebut dalam mendukung kegiatan. Konsep yang di lakukan Sudin Parbud Kota Jakarta Pusat hanya pada fokus anggaran menjadi kewajiban, namun pihak terkait tidak bisa bagaimana mendorong partisipasi aktif masyarakat menjadi pilar seni, budaya, sosial dan ekonomi menjadi satu sinergisitas sukses acara.
Pantauan sketsindonews acara yang dimulai pukul 14.00 WIB dengan tata panggung, lighting serta kursi berjejer ternyata usai maghrib kosong plong setelah usai festival bedug Ramadhan dan tanpa di lakukan penampilan potensi pagelaran seni di wilayah untuk tampil maksimal.

Sebut saja Andika (34) warga Johar Baru mengemukakan, miris bazar PKT kalah ramai dengan PKL jalanan sepanjang Johar Baru hingga menuju Kantor Kelurahan Johar Baru, padahal tenda di lokasi acara begitu megah, tukasnya.(18/5)
Ini sangat besar anggaran kegiatan ini, karena wilayah Johar baru selama ini menjadi anak emas oleh seluruh SKPD – UKPD menjadi wilayah prioritas program. Semua itu menjadi keniscayaan karena berfikirnya mengenai resapan sesuai DPA.
Tak lagi berfikir output serta efek sosial dari kegiatan untuk mendapatkan sebuah penataan partisipatif untuk warga Johar Baru, ketus Andika.
Sementara Kasudin Kebudayaan Sonti Pangaribuan ketika di singgung mengenai anggaaan acara serta panggung kebutuhan acara tak bisa menjelaskan dengan alasan tak tahu berapa anggaran kegiatan tersebut.
Selain Sonti juga tidak bisa menjelaskan peran Sudin Kebudayaan atas peran koordinasi pimpinan di wilayah sehingga terkesan tak mempunyai efek bagi penataan di Johar Baru.
nanorame








