Jakarta, sketsindonews – Sosok Lurah Kampung Rawa Kecamatan Johar Baru H. Suherman warga kerap menyebut Lurah “Stand By” dimana dia hingga larut malam masih berkutat dengan tumpukan berkas selain menerima masukan warga di kantornya.
Kadang warga juga menyebut dirinya “Lurah Malam Hari” selain jadwal kunjungan kerja ke warga mudah di akses oleh pengurus RW, begitu pula hand phone miliknya menjadikan komunikasi efektif hingga warga pun begitu terbuka dalam mengemukakan persoalan wilayah, ungkap Rachman (45) warga Kampung Rawa.
“Sepertinya kami terlindungi oleh pimpinan sosok Lurah malam hari larut selalu bersama kami serta membicarakan perkembangan isu dinamika perkembangan wilayah,” tandas Rochman.(25/7)

Apa yang dilakukan Lurah Suherman beberapa kali sketsindonews memergoki benar adanya ternyata setiap hari warga (RW) serta ormas binaan berkumpul hingga laporan maupun membahas topik lain memacu wilayah dalam penanganan lingkungan.
Ketika ditanya dirinya terus mendatangani setumpuk berkas satu hari yang harus diselesaikan, sambil mengatakan, ini sudah biasa karena selain pagi hingga larut harus kita selesaikan berkas – berkas surat, terang Suherman.
Sambungnya, kita sebagai pamong, Ya kuncinya ihklas walau bicara lelah, itu akan hilang sendirinya seiring kepuasan publik tercapai.
Persfektif warga tentunya mungkin banyak hal berbeda dalam sudut pandang apalagi terkait pola pikir, tapi bagi kami tugas kami bagaimana terus membangun sebuah gerakan atau aksi yang benar sehingga partisipasif warga semakin hari mulai terbangun, paparnya.
Kalo warga menyebut dirinya Lurah Malam Hari hingga larut masih dikantor bukan semata untuk di puji, tapi karena itu memang tugas karena kondisi Kampung Rawa sangat berbeda seperti wilayah lain secara territorial, pemukiman padat serta disekelilingi wilayah lain perbatasan antar Kelurahan.
Ini tentunya menjadi dasar pertimbangan kami sehingga wilayah seperti cekung di tengah kota perlu perhatian bukan saja kami selaku Lurah tapi masyarakatnya juga saat ini sangat aktif untuk terus berubah image buruk Kampung Rawa yang lebih religius, tutup Suherman.
nanorame













