Jakarta, sketsindonews – Eksekusi penertiban pedagang halaman Gedung Ikan Hias UMKM berlangsung dengan aman, walaupun sempat terjadi penolakan dari para pedagang namun berangsur pedagang memahami dengan harapan setelah Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan nanti pedagang warga masyarakat lokal setempat boleh kembali setelah kawasan ini ditata secara baik.
Ini kan sekarang kumuh di lokasi ini selain tenda – tenda terlihat kusam dengan tralis besi tenda seenaknya dibuat oleh para pedagang.
Hal ini disampaikan Irwandi saat di lokasi ditanyai awak media saat pelaksanaan eksskusi pembongkaran tenda – tenda pedagang.
Lokasi tetap dibongkar karena sudah ada rekomendasi untuk perintah bongkar, ketus Irwandi.
Apa Kata Kasudin UMKM
Disamping itu Kepala Kasudin Kota Jakarta Bangun Richard saat di konfirmasi mengatakan, lokasi tak ada lagi untuk pedagang mengingat kami sudah kasih lokasi baru di pasar pulo gundul.
Itu lokasinya sesuai keputusan sesuai sosialisasi kami lakukan beberapa kali dengan para pedagang dan itu bukan binaan UMKM Jakarta Pusat.
Richard juga sampaikan tak ada lagi lokasi ini untuk berdagang atau lokasi lain peruntukan aktivitas apapun, ucap Bangun Richard.(5/9)
Sementara salah satu pedagang Nila (34) saat ditanya konfirmasi perbedaan pernyataan, saat ditanya sketsindonews mengatakan, dirinya bersama.pedagang pasrah karena kami dibuat simpang siur oleh pernyataan pejabat setempat dan kami pesimis antara harapan dan keniscayaan untuk kembali beraktifitas.
Kami sangat menyadari selama ini warga lingkungan kami (Johar Baru) sebagai kawasan kumuh untuk bagaimana melakukan usaha kecil sebagai mata pencarian keluarga yang selama ini kamj bangun pupus, karena selama.ini kami juga tak merasa dibina oleh satpel UMKM Tingkat Kecamatan, terlebih secara intensif melakukan informasi atau arahan.
Artinya kami kan illegal ,(liar) walau kami saat itu dimasukan ke gedung UMKM merupakan salah satu membangun usaha kecil secara mandiri, karena kami hingga saat ini tak tahu kesalahan kami dimana.
Putusan ini dibongkar tentunya ada berbagai asumsi, kami akan pasrah saja walau kami bukan warga lain, warga Johar Baru sendiri yang tergusur dalam membangun aktivitas ekonomi secara bermartabat, tutup Nila.
nanorame










