Carik Dasa Wisma dan Problematika, Sudin PPAP Harus Fleksible Terhadap Karakteristik Wilayah

oleh
52.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Problematika pendataan melalui Aplikasi Carik selama ini merupakan domain Sudin PPAPP (Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk) belum maksimalnya antisipasi kendala pendataan petugas Dasa Wisma yang nantinya menjadi garda terdepan menghimpun data kerahasian.

Pantauan sketsindonews di lapangan dalam sampling program carik masih menurut beberapa Lurah ditemui sketsondonews aplikasi program pusdatin PPAP untuk tidak menjadi kendala baik petugas serta server Carik dimasa mendatang.

“Kami masih alami kendala terhadap petugas hingga saat ini wilayah Kelurahan Gondangdia baru 30 % terhadap petugas Dasa Wisma karena Karakteristik wilayah kami elite, sementara dalam aturan petugas Dasa Wisma harus orang setempat tidak boleh ekspansi warga lain”, ucap Lurah Gondangdia Hari Ananda.(4/11)

Fleksibilitas aturan ini harus diambil Sudin PPAP sehingga bisa dituntaskan dari upaya target, jika tidak apa yang menjadi kendala progress Carik tak sesuai harapan.

Faktor lain pendataan apartemen, kos – kosan bagi petugas Dasa Wisma juga nantinya menjadi persoalan pula sulitnya ini harus dicari formulasinya. Secara teritorial satu petugas Dasa Wisma merupakan orang wilayah sekitar RT tinggal hingga capain 10 – 20 rumah dalam beban tugas pendataan pemantauan, ucap Hari.

“Ini tak mudah selain faktor lain dan rekruitmen petugas yang energik, kalo petugas dari PKK di tunjuk sudah emak – emak lansia bisa dibayangkan 190 item dalam cara menggunakan fungsi aplikasi carik hal menjadi kendala pula.”

Dipihak lain salah satu Lurah juga mengingatkan, pusdatin PPAP harus mempunyai server khusus dengan signal kuat dalam frekwensi karena berbagai ribuan serentak akan masuk dari hand phone Android versi apa, ini juga harus menjadi catatan.

Apakah memang bisa dengan hand phone jadul dimiliki petugas bisa terkoneksi dengan aplikasi carik. Sementara warga (petugas) itu emak – emak belum tentu bisa pake android (smart phone).

Selain pula belum tentu warga (petugas) memiliki smart phone ini kan jadi rempong juga nantinya, tukasnya.

Sementara Sudin PPAP melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Bangun Manalu menyatakan, pihak Sudin PPAP terus memantau dan memperbaiki segala sesuatunya terkait informasi temuan kendala dan hambatan, ungkapnya.

Kalo tingkat kesulitan nantinya mungkin hanya 10 % – 20%, artinya 80% – 90% program aplikasi carik bisa dijalankan secara baik oleh petugas dari pada tidak sama sekali terkait penyempurnaan problematika progress.

Sambung Bangun, server dan signal pusdatin untuk saat ini kami sudah memiliki sehingga kendala apa yang terjadi akan terus diselesaikan seiring masukan dari wilayah termasuk tingkat kesulitan untuk tidak menjadi terfokus utama, ucap Bangun.

nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap