Jakarta, sketsindonews – Genderang menuju Indonesia bersih telah ditabuh oleh Presiden Joko Widodo. Setiap kementerian dan lembaga tinggi negara berlomba menerapkan zona wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani atawa disingkat WBK dan WBBM.
Seiring gaung tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DI Yogyakarta dibawah komando Dr Marsudi tak ingin ketinggalan untuk berkontribusi untuk negara demi mewujudkan zona WBK dan WBBM.
Tekad itu dibuktikan dengan hadirnya Tim penilai dari Kementerian pembangunan reformasi dan birokrasi (Kemenpan RB), belum lama ini.
Kehadiran Tim Kemenpan RB tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan survei eksternal dalam rangka penilian pembangunan zona integritas di Kejaksaan DIY.
Untuk itu mantan Kepala Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung meyakini di wilayah hukumnya akan sanggup menerapkan zona toleransi anti korupsi, dalam membangun Sumber Daya Manusia unggul di era Revolusi Industri 4.O.
Meski dalam tahap penilaian Kejati DIY tetap akan berusaha sekuat tenaga agar dapat memperoleh piagam penghargaan seperti di Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.
Untuk diketahui Kejagung khususnya Biro Kepegawaian pernah memperoleh sertifikat dari Badan Kepegawaian Negara sebagai intansi yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN dalam pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018.
“Kejati DIY akan terus berusaha dengan tidak menyerah untuk mewujudkan sumber daya manusia Kejaksaan menjadi lebih baik, profesional, berkarakter, berintegritas, berkualitas, dan berkelas,” ucap Masyhudi, Selasa (26/11/19).
Berkat tangan dingin Masyhudi ini pun mendapat penghargaan sertifikat SNI ISO 9001:2015 sebagai general Public Administration Service Activities: Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung RI yang dilebelin dari Internasional Certification Service Managemen (ICSM) serta Internasional Accreditation Forum (IAC) dan Komite Sertifikasi Nasional (KSN).
“Harus menguasai Tekhnologi Informasi, menguasai bahasa asing, dan menguasai perundang-undangan dengan baik,” tutur dia.
Dijelaskan dia meski penghargaan itu mampu diraihnya namun mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta itu tidak mau jumawa. Dia menegaskan terpenting bagaimana intansi tempatnya bertugas, elemen SDM nya mau ramah kepada masyarakat para pencari keadilan.
“Tidak kalah pentingnya tetap ramah dan melayani masyarakat terutama pencari keadilan, sehingga keberadaan Adhyaksa memang dicari, dibutuhkan dan ditunggu tunggu oleh masyarakat,” tandas dia.
(Sofyan Hadi)











