Aplikasi JAKI Diluncurkan, Warga Jakarta Bisa Nilai Kinerja Pamong

oleh
46.1K pembaca

Jakarta, sketsindonews –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja meluncurkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang dikembangkan melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City.

JAKI diproyeksikan menjadi city-apps, one-stop service untuk warga yang hidup dan beraktivitas serta menyalurkan ide gagasan dalam membangun partisipasi di wilayah DKI Jakarta.

Aplikasi tersebut sebagai cara membantu memenuhi kebutuhan informasi dan mengintegrasikan seluruh layanan masyarakat yang ada di Pemprov DKI Jakarta. Dengan kata lain, menjadi aplikasi pusat informasi dan layanan untuk berbagai kebutuhan di Jakarta.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Kota Jakarta Pusat Iqbal Akbarudin dalam sosialisasi JAKI di ruang pola Kantor Walikota yang diikuti para ASN Kota Jakarta Pusat, Selasa (26/11/19).

“JAKI didesain untuk memudahkan hidup semua orang yang beraktivitas di Jakarta yang secara luas masyarakat juga bisa memberikan kontribusi dalam segala aspek sosial, ekonomi, budaya serta info lain,” ujarnya.

Dijelaakan bahwa pada intinya masyarakat bisa mendapatkan informasi resmi dari SKPD, BUMD Provinsi DKI Jakarta dan merasakan kemudahan akses layanan masyarakat melalui Aplikasi Resmi kembangan program kegiatan DKI Jakarta.

Dalam Fitur banyak hal tertuang menjadi informasi yang dapat diketahui publik  ;  seperti JAKWarta, JakSPU, JAKSurvey, JAKISiaga, JAKlapor, dan JAKServ.

Fitur JakSurvei kata Iqbal menyediakan ruang evaluasi bagi warga yang ingin menilai kinerja layanan masyarakat yang diberikan pemerintah Jakarta untuk memberikan penilaian pamong.

“Selain itu, fitur ini memungkinkan warga untuk ikut berpartisipasi dalam survei mengenai kebijakan, fasilitas, atau jajak pendapat resmi,” katanya.

Sementara sesuai dengan survey Kepuasan Layanan Masyarakat (SKLM) dalam konteks Aplikasi JAKI sesuai dasar Hukum Intruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Taun 2019 Tentang Survey Atas Kinerja Walikota/Bupati, Camat dan Lurah ini terkandung melalui Aplikasi potret ini menjadi indikator dalam penghitungan besaran penerimaan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) baik Score Card, CRM dan SKLM secara khusus mempengaruhi 20%.

“Ini akan berlaku perhitungan untuk TKD bulan Januari, Februari,  Maret tahun 2020,” jelas Iqbal.

“Bagi masyarakat JakProyek juga menjadi ajang masyarakat dalam membangun ide gagasan warga masyarakat dalam sumbangsih pembangunan di DKI Jakarta,” tandasnya.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap