Pemkot Harus Tegas Solusi Kawasan Jiung Kemayorann, Wilayah Itu Belum Tertata

oleh
13.8K pembaca

Jakarta, skstsindonews – Pemerintah Kota Jakarta Pusat hingga saat ini rencananya akan menata kawasan Jalan H. Jiung Kemayoran selama 2 dekade fungsi jalan publik serta pendestrian di fungsikan menjadi “on the strees” siang hari hingga pagi dinihari.

“Hingga saat ini wilayah itu menjadi tandus pinggiran kali item sentiong bila dibandingkan sisi kanan kiri telah tertata, padahal pihak Kelurahan Kebon Kosong telah hampir ratusan kali menanami pohon namun tetap gagal alias mati karena terinjak gerobak dan besi para PKL,” tukas  warga Kemayoran Imam (34), Kamis (12/12/19).

Dirinya ikut mengamati terkait peningkatan sampah juga menjadi dampak, walaupun saat ini menjadi LPS namun pengangkutan tidak dilakukan malam hari merupakan solusi karena pagi hingga sore menjadi penampakan.

“Kalo itu dilakukan malam hari angkutan sampah tentunya wilayah itu menjadi rapi selain juga terkondisi tidak menganggu lalu lintas,” ucap Imam.

Kawasan itu menjadi dilematis untuk dibangun pendestrian oleh Sudin Bina Marga karena bisa menjadi fungsi lain oleh para pemanfaatan trotoar dan itu bisa terjadi PKL malah jadi tiga lapis (kanan, kiri plus trotoar).

“Siapa yang dirugikan secara khusus pemerintah DKI rugi karena optimalisasi anggaran akan menjadi cemohan warga (publik) penataan itu tak mengutamakan kepentingan umum,” ucap Imam.

Lain lagi pendapat Joko Sardjono  aktivis lingkungan kerap dipanggil Joko Edan, pemerintah DKI harus mencari solusi realokasi bagi PKL khususnya warga setempat, kalo pendatang tanpa KTP DKI itu bukan prioritas.

“Opsi ini sangat penting karena apapun akan ditata bila masih kawasan itu di fungsikan PKL malam hari hingga menutup jalan , aturan mana itu membolehkan selain penataan pinggiran kali sentiong menjadi cacat hanya sekelumit titik tak bisa ditata seperti kawasan lain,” tegasnya.

Program yang sudah bagus kita harus dukung, bukan untuk dirusak. Kita prihatin melihat ini pohon – pohon di potnisasi menjadi rusak, tanah urukan untuk menghijaukan reboisasi kali akhirnya dibiarkan tak di tindak lanjuti.

“Padahal diuruk tanah untuk ditanami pohon sehingga kawasan ini menjadi lebih baik untuk menjadi kawasan hijau kota yang bisa dinikmati serta dipandang publik lebih indah,” papar Joko Edan.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap