Jakarta, sketsindonews – Penanganan masalah dan problematika wilayah bagi pamong menjadi catatan khusus bagi Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Pusat Deny Ramadhani untuk tidak dibiarkan berlama apalagi menunda berdampak pada urusan tingkat lebih mulai Walikota dan Gubernur DKI Jakarta.
“Para Camat dan Lurah di Jakarta Pusat, saya tegaskan responsif tentang wilayah serta inovatif dalam menata wilayah dan mengikuti perkembangan program Pemprov DKI Jakarta,” kata Deny saat melakukan monitoring, Rabu (22/01/20).
Ia meminta jangan main – main terlebih pemprov DKI terus lakukan regulasi terhadap penempatan pamong baik yang baru dan lama mulai Camat Lurah.
“Banyak masalah diwilayah di Jakarta Pusat muncul karena tidak handalnya komunikasi dan pendekatan dan kolaboratif antar tokoh untuk secara spesifik membangun paradigma pamong untuk berfikir kritis,” papar Deny.
Menurutnya, karena banyak program-program kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang harus disosialisasikan pamong di wilayah seperti Instruksi Gubernur (Ingub) nomor: 107 tahun 2019 tentang Pengurangan dan Pemilahan Sampah dilingkungan Penprov DKI Jakarta.
Jangan tinggalkan ketokohan warga serta alim ulama dalam membangun edukasi selain kordinasi lintas sektoral untuk kita perbaiki dalam melakukan peran percepatan informasi publik.
“Publik itu berkeinginan pamong itu inovatif dan mampu berkereasi menyelesaikan masalah seperti motto pegadaian menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tandas Deny.
(Nanorame)







