Jakarta, sketsindonews – Warga Jalan Karang Anyar menyikapi maraknya fungsi publik jalan menjadi tempat parkir mobil sewa colt berderet PKL dan Bajay menutupi akses masuk lingkungan sekolah.
Kepada sketsindonews.com, salah satu warga bernama Ema (34) mengatakan bahwa jalan ini sudah tidak terkontrol lagi selama kurun waktu 2 bulan tak ada penertiban penataan oleh petugas Satpol PP Kecamatan Sawah Besar.
Menurutnya, Satpol PP Sawah Besar kini lebih banyak diam oleh persolan ini, padahal diketahui itu berdekatan dengan Kantor Kecamatan Sawah Besar merupakan akses layanan publik.
“Orang lintas saja melihat pasti menilai apakah itu melanggar atau tidak bahkan turut berkomentar dari perubahan tadinya bagus kok gak bagus lagi,” katanya, Rabu (22/01/20).
“Sejak kepimpinan Kasatpol PP baru roh Satpol PP dengan lintas terpadu tak berjalan sebagaimana mestinya terlebih program lingkar Rabu tertib yang sudah diketahui publik tak lagi dijalankan secara rutinitas maksimal,” tambahnya.
Ema menuturkan, ia meminta Kasatpol Provinsi DKI Arifin untuk mengingatkan anak buahnya jalan Karang Anyar Sawah Besar tidak menjadi seperti ini. “Kenapa yang sudah bagus tidak bisa dipertahankan, artinya kami sudah bisa menilai kepekaan reaktif Satpol PP Sawah Besar atas masalah terjadi pembiaran,” tandasnya.
Sementara Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan saat ditanya mengatakan, selaku pimpinan wilayah ini menjadi masukan. “Kasih tahu kasatpol PP Darwis Silitonga saja karena ini menjadi tugasnya,” ucapnya.
“Kami sudah ingatkan masukan ini sebelumnya sejak kami menjadi camat disini terkait wilayah mana saja menjadi prioritas dalam antisipasi sterilitas kawasan jalan utama protokol lintas publik di Kecamatan Sawah Besar,” katanya.
Peran aduan warga diakuinya harus menjadi catatan bagi wilayahnya mengingat kawasan Sawah Besar dengan perubahan dinamika harus seiring antara warga dan pemerintah bersenergi menciptakan kawasan tertib dan indah.
(Nanorame)











