Bangkalan, sketsindonews – Pemerintah Kabupaten Bangkalan tampak kewalahan menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya sudah mencapai 42 orang per 31 Mei 2020. Akibatnya, pemerintah dalam menerima pasien baru Covid-19 terpaksa harus diisolasi mandiri di rumah, sebab ruang isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan penuh.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Sugianto Zain mengatakan, sedikitnya jumlah ruang isolasi yang disediakan pemerintah di RSUD sebanyak delapan ruangan. Dari jumlah ini semula pemerintah optimistis dapat menampung semua pasien Covid-19.
“Karena perkembangan pasien Covid-19 ini bertambah secara signifikan, ternyata mengakibatkan ruang isolasi yang disediakan di RS penuh. Karena sebelumnya sudah banyak pasien masuk,” kata Agus Sugianto dalam rilisnya yang sketsindonews, Senin (1/6/20).
Menurutnya, dari jumlah delapan ruangan yang disediakan, RS pernah berusaha menambahkan ruangan lagi. Namun sayang dari upaya tersebut tidak membuat pasien Covid-19 tertampung semuanya di RSUD. Itu sebabnya, pemerintah menyadari jika pasien Covid-19 di Bangkalan terus mengalami peningkatan.
“Bahkan selain memanfaatkan RSUD Syamrabu, sebagian pasien Covid-19 di Bangkalan ada yang diisolasi di RS Surabaya. Ini alasannya karena RSUD setempat peralatannya terbatas, ditambah dengan tidak bisanya membuka ruangan isolasi baru,” ujarnya.
Pasalnya, pemerintah setempat dalam sepekan terus menerima penambahan pasien baru Covid-19. Terbaru ada tiga orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dalam penanganannya, ketiga pasien ini diisolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing, dengan mengetatkan pengawasan sebagaimana prosedur tetap (protap) penanganan pasien Covid-19.
Rilis data dari Dinas Kesehatan Bangkalan, dari 42 kasus pasien Covid-19, 6 sembuh dan 3 orang meninggal dunia sebelum hasil swab keluar. Jumlah PDP terdapat 25 orang dengan rincian 9 orang dirawat di rumah sakit dan 16 orang meninggal dunia. Lalu untuk jumlah ODP sebanyak 917 orang dan ODR berjumlah 19.658 pasien. (nru/pwk)






