Jakarta, sketsindonews – Taman HKSN Senen setelah direvitalisasi hingga kini masih timbulkan sisa persoalan terkait penataan lingkungan kawasan dan masih tumpang tindih pengawasan oleh SKPD terkait.
Siapa sebenarnya SKPD itu dalam menata kawasan untuk tidak saling “ngeles” bila muncul persoalan di Taman HKSN !!
Padahal kawasan itu merupakan KSD Gubernur DKI Jakarta dalam lingkup Senen selian menjadi “Show Window” Kota Jakarta Pusat dalam menata kawasan terintegrasi.
Forum Warga Senen Wardi Jein SH. MH mengatakan, Taman HKSN wujud replika patung bentuk sosok berbagai representasi dari profesi digambarkan. Dia menandaskan Taman itu menjadi nilai sosial tinggi sehingga tak lagi menjadi jelek untuk dilihat bila itu di tetapkan menjadi Taman kebanggan pemerintah DKI.
“Seperti penerangan Taman itu sangat minim (kurang) bila malam hari menjadi gelap menjadikan kumpulnya para tuna wisma untuk tidur, kumpulnya para waria, serta maraknya para karoker (dangdut) bebas menggelar musik, miras serta menjadi pemicu tawuran,” tukasnya, Senin (31/8/20)
Taman HKSN Perlu di Pagari
Kami meminta pihak pemda Provinsi DKI Taman HKSN sekitarnya untuk di pagari sekitarnya serta membuat akses pintu masuk dan keluar sehingga tidak dijadikan lagi lokasi kawasan menjadi kumuh dan rawan kriminal.
Kedua, pemda DKI juga harus menunjuk ketegasan Tata Kelola administratif surat keputusan siapa yang bertanggung jawab Tata Kelola Taman HKSN antara ; Sudin Kebudayaan, Sudin Kehutanan Pertamanan serta pihak Gelanggang Olahraga Senen (Sudin Olahraga) untuk tidak saling menyalahkan dalam menjaga merawat kawasan itu.
“Pemerintah DKI harus tegas menunjuk unit tugas Tata Kelola bukan hanya kolaborasi saja karena diketahui untuk saat ini para SKPD masih saling tuding bila masalah itu muncul,” papar Wardi Jein.
Sementara Lurah Senen Sauri mengatakan, kawasan itu masih menyisahkan hal tak tuntas dimana trotoar sebelah Timur sejauh 30 meter rusak berat dan belum diperbaiki Sudin Bina Marga.
Begitu pula terkait Taman itu dirinya sangat setuju permintaaan warga dengan ditambahnya lampu sorot oleh PJU selain lingkaran Taman dipagari sekitarnya sehingga tidak dijadikan azas manfaat bikin kumuh kawasan.
“Trotoar itu sudah bagus setelah direvitalisasi walau masih menyisahkan karena tak tuntasnya KSD Gubernur DKI di kawasan Taman serta jalan lingkaran Senen Raya sekitarnya,” papar Sauri.
(Nanorame)











