Sampang, sketsindonews – Kepolisian Resort Sampang, Jawa Timur, membubarkan peguyuban lomba kelereng milik ML (inisial) warga Dusun Bringin, Desa Apa’an, Kecamatan Pangarengan. Pembubaran kerumunan massa dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Kegiatan pembubaran dilakukan oleh anggota polsek atas inisiasi Polsubsektor Polsek Pangarengan Ipda Darussalam. Selain dibubarkan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa arena lapangan kelereng. Di sekitar lainnya, polisi juga mendapatangkan lomba kelereng yang masih satu kecamatan untuk menyampaikan aturan protokol.
Semula, Darussalam memerintahkan empat anggota menuju rumah ML dengan mengendarai mobil dinas guna memantau aktivitas lomba. Di lokasi berdasarkan laporan masyarakat, warga cukup begitu banyak. Sehingga polisi harus memberikan imbauan.
“Akan tetapi kenyataannya, melihat kedatangan mobil polisi, puluhan orang yang berada di lokasi lomba kelereng langsung membubarkan diri,” kata Darussalam dalam keterangannya, Sabtu (28/11).
Karena membubarkan diri, polisi tidak melihat satupun warga di sekitar lomba. Dari itu, arena lomba kelereng yang berada di rumah ML langsung dibongkar. Lalu diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pangarengan.
“Sebelum perlombaan, Bhabinkamtibmas Desa Apa’an sudah mendatangi rumah ML, menyampaikan larangan untuk tidak mengadakan kegiatan perlombaan,” ungkapnya.
Perwira polisi kelahiran Kota Bahari Sampang tersebut juga mengatakan bahwa warga dan pemilik kegiatan sudah berulang kali diingatkan agar tidak mengadakan lomba kelereng untuk menghindari kerumunan massa. Namun imbauan terkesan tidak diindahkan.
“Kami sendiri juga pernah mendatangi rumah ML untuk memberi imbauan tidak mengadakan perlombaan kelereng. Kalau tidak merespons, tentu kami lakukan langkah-langkah pengantisipasian lain,” ujarnya.
Selain rumah ML di Desa Apa’an, Darussalam juga mendatangi dua lokasi lain lomba kelereng, yakni di Desa Pangarengan dan di Desa Gulbung. Di sana, masyarakat diperintahkan untuk membongkar arena lomba kelereng dan berjanji tidak akan mengulang kegiatan yang sama.
“Selama penyebaran virus corona belum pulih, kami mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Pangarengan untuk tidak mengadakan segala jenis perlombaan yang bisa mendatangkan kerumunan massa,” pungkasnya.
(nru/yht/*)





